oleh

NEGOSIASI, Kasus KKN Dana Pertanian Kab. Banyuasin Oleh APH Dianggap Legal

KeizalinNews.com | Banyuasin – Sepertinya sangat riskan ketika kata-kata “Kabupaten Banyuasin, “Pertanian dan “Aparat Penegak Hukum, Seperti permasalahan yang beberapa waktu lalu di kutip pada media online KeizalinNews.com dan The8news.com tentang adanya pemanggilan para Kepala UPKK (Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, pada program SERASI di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Banyuasin, yang diduga adanya tindak pidana korupsi dalam pengerjaan program “Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani” (Serasi) pada dinas pertanian dan tanaman pangan dan Hortikultura di kabupaten Banyuasin tahun 2019, dengan Nomor B/126/V/ Res.3.3/2020/Reskrim.

Menurut Informasi di lapangan, dari narasumber yang tidak mau di cantumkan namanya..

”Mengatakan kepada awak media, diduga adanya NEGOSIASI, APH Unit III Pidkor Polres Banyuasin meminta dana dari setiap kepala UPKK oleh “oknum” yang mempunyai peran penting dalam program serasi tersebut, dengan nominal yang bervariasi mulai dari Lima Juta Rupiah hingga puluhan juta rupiah, agar penyidikan tersebut dapat dihentikan,” Bebernya.

Menyikapi adanya laporan tersebut beberapa awak media meminta konfirmasi kepada Ateng Selaku Konsultan Program SERASI Pertanian Kabupaten Banyuasin.

Ateng mengatakan kepada awak media online, pada pengerjaan pekerjaan program serasi dirinya membenarkan adanya pemanggilan dari APH unit III Pidkor Polres Banyuasin tersebut, namun dirinya menyangkal telah mengkondisikan “Nego” red dan mengatakan bahwa setiap pengerjaan pekerjaan selalu ada kekurangan.

Baca juga :
https://www.keizalinnews.com/sosial-budaya/fakta-lapangan-pertanian-di-kab-banyuasin-sumsel-pencitraan-doang/

“Ya Pak, tapi bukan dipanggil, UPKK perlu support terkait undangan dari Kanit tipikor mereka yang minta waktu ke saya, untuk mengkondisikan saya tidak ada, hanya saja perlu pengertian bahwa setiap pengerjaan pekerjaan pasti ada kekurangan,” katanya melalui pesan Wa pada Senin (18/05/2020) Kemarin.

Menurut Ateng, uang yang diminta dari Kepala UPKK telah dikembalikan kepada yang bersangkutan setelah dirinya tahu adanya pemungutan tersebut, jelasnya saat ditemui para awak media di Cafe Tiga Nyonya. Senin (18/05/2020).

“Saya sempat marah kepada oknum penyidik dan meminta untuk mengembalikan uang tersebut”, lebih baik kita memberi langsung kepada Kepala (Atasan penyidik red),” ucapnya.

Dalam pengerjaan program Serasi tersebut, Ateng selaku Konsultan menuturkan kalau dirinya memang sangat kewalahan dalam pengawasan, dikarenakan banyaknya jumlah UPKK dan luasan lahan yang lebih dari 67 ribu Ha. belum lagi kurangnya Support dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam hal ini Dinas Pertanian .

“Setiap kegiatan pasti ada hal hal yang baik, juga yang kurang Bu, untuk pelaksanaan pasti ada kurang kurangnya, apalagi dengan jumlah UPKK yang 82 dan luasan 67 ribu ha lebih, pengawasan yang kewalahan,” katanya.

“Makanya lanjut Ateng, dirinya meminta bantuan dalam pengawasan kepada relasinya Wartawan dari Media Buser yaitu Saudara Hendri, untuk mengawasi 28 desa dari 82 desa yang mendapat program serasi,” tandasnya.

Sementara itu,pihak APH dan Dinas pertanian Kabupaten Banyuasin Belum sempat dikonfirmasi terkait hal tersebut, sehingga pemberitaan ini di Tayangkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainuddin, Melalui pesan Whatsapp Pribadi miliknya mengucapkan terimakasih atas adanya informasi pemberitaan terkait adanya pemanggilan para UPKK program “Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani” (SERASI ) oleh Oknum APH.

“Saya tidak mengetahui sebelumnya kalau ada yang mau memungut dana dari UPKK dimaksud. Tapi kalau memang sudah terjadi pungutan, agar dikembalikan. Jangan sampai membebani UPKK. Kalau menurut info, Pak Ateng telah menyuruh mengembalikan dana yang dipungut dari UPKK, kami berterima kasih sekali, karena memang seharusnya dikembalikan,” tulisnya.

Dikatakannya , dalam membantu mensukseskan program tersebut tim dari Dinas Pertanian khususnya, lakukan pengawasan untuk membantu tim yang berada di desa, kecamatan dan kabupaten.dimana sejak awal telah disampaikan kepada semua pihak untuk membantu mengawasi program pemerintah tersebut.

“Mengenai pengawasan, untuk membantu Tim Dinas kita yang di desa, di Kecamatan hingga Tim dari Kabupaten, sejak awal secara umum kami telah menyampaikan kepada semua pihak baik masyarakat hingga aparat untuk membantu mengawasi program pemerintah ini,” Bebernya.

Diungkapkannya pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut , Agar pengerjaan yang dilaksanakan tersebut sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.

“Kami berterima kasih telah begitu banyak laporan pemberitahuan yang bersifat kritik dari berbagai pihak terhadap pelaksanaannya dan setiap laporan yang disampaikan kepada kami semaksimal mungkin kami tim tindaklanjuti kelapangan untuk mempertegas agar pekerjaan dilaksanakan oleh upkk sesuai petunjuk teknis yang ada,” tegasnya.

Ia juga berharap program serasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat pertanian dimana pihaknya akan melakukan perbaikan pekerjaan semaksimal dengan adanya masukan tersebut.

“Tim kita disemua ini di desa, Kecamatan dan Kabupaten telah bekerja berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan program ini dapat terlaksana sebaik mungkin dan bermanfaat bagi masyarakat pertanian kita. Tidak sedikit pekerjaan yg telah mengalami perbaikan setelah diberi masukan untuk diperbaiki. Terima kasih dindo,” Tutupnya. (Rn/Red)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed