oleh

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Universitas Gajah Putih Takengon Menuntut Status Penegerian

Keizalinnews.com | Aceh Tengah -Aksi unjuk rasa oleh mahasiswa Universitas Gajah Putih Takengon menuntut status Penegerian Universitas Gajah Putih Takengon (GAPUT) Kab. Aceh Tengah, bertempat di Kantor DPRK, Jln. Yos Sudarso, Ds. Blang Kolak 2 Kec. Bebesen Kab. Aceh Tengah pada Selasa (20/11/2019).

Aksi demo ini diikuti sekitar 150 orang dari BEM Pertanian, Fisipol, Ekonomi dan HMJ Gaput dengan Penanggung jawab aksi Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon Kab. Aceh Tengah Julian Binasco dan Koordinator lapangan Hidayatullah.

Adapun Tuntutan aksi sebagai il top Univesrsitas Gajah Putih bagaikan teratas yang hidup di batu, Hidup enggan mati tak mau, terlalu banyak sandiwara dan drama, Rektor UGP saat ini kami nilai penakut, Takut mengambil resiko untuk UGP lebih baik serta yayasan yang gagal dalam memenuhi kebutuhan kampus, atas ini kami anak-anak GAJAH (Seluruh Mahasiswa Universitas Gajah Putih, Alumm, dan masyarakat).

Menuntut para pemangku-pemangku kepentingan, baik Bupati, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Yayasan dan Rektor Universitas Gajah Putih Takengon, Agar segera menindak lanjuti proses penegrian Universitas Gajah Putih, sebagaimana yang sudah sering di janjikan.

Julian Binasco menyampaikan dalam orasinya,” Kita berharap kepada Pemerintah Daerah mengerti kondisi di UGP Takengon. Kedatangan kami dalam rangka menuntut penegerian UGP, karena status penegerian sudah berjalan lama dan belum ada kejelasan sampai dengan saat ini,” ucap Julian.

“Sampai sekarang tidak ada ketransparan status proses penegerian UGP Takengon, kami tidak mau menjadi generasi yang tidak bisa memajukan Aceh Tengah, kami menuntut Penegerian ini karena UGP tidak layak jadi kampus pendidikan, karena sarana dan prasarana yang tidak memadai, maka dari itu kami ingin menuntut penegerian UGP Takengon agar kualitas dan sarana prasarana bisa memadai dan layak untuk dijadikan tempat pendidikan,” ujar Presiden Mahasiswa UGP ini.

Di waktu yang sama Sabardi juga berorasi,” Mari kita liat Pemerintah tidak mampu melakukan penegerian UGP Takengon, proses ini sudah lama dan belum ada kejelasannya sampai dengan saat ini, kami melaksanakan aksi unras ini yang terakhir dan apabila belum ada kejelasan maka kami akan tidur dan menduduki Kantor DPRK ini,” tegasnya.

“Pemerintah daerah tidak mampu dalam proses penegerian UGP Takengon, dengan belum Negerinya UGP maka kami akan tertinggal dengan kampus lain di Aceh Tengah, kami harapkan kepada ketua DPRK Aceh Tengah agar mampu memproses Penegerian UGP Takengon,” harap sabardi.

Hidayatullah sebagai korlap juga menyuwarakan, Kami selalu dibuat janji oleh Pemda Aceh Tengah, kami selalu di PHP in dan sampai dengan saat ini belum ada kejelasan, kami meminta Pemda dan DPRK untuk segera merealisasikan pengerian UGP Takengon ini,” suara Hidayatullah dengan lantang.

“UGP Takengon adalah kampus pendidikan masyarakat Kab. Aceh Tengah, Kampus ini berdiri sejak 9 tahun lalu dan malah tertinggal dengan kampus lain, kita malah ditelantarkan, kami tidak akan beranjak dari sini sebelum ada tindakan nyata dari Pemda dan DPRK Aceh Tengah,” tegasnya lagi.

Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega dari Partai PDI Perjuangan dan beberapa Anggota DPRK lainnya menemui para pendemo dan mengatakan,” Kami siap berjuang dengan mahasiswa disini dalam memperjuangkan penegerian UGP Takengon, Kami harus berdiskusi dengan anggota yang lain mengenai masalah ini. Kami akan beritahukan waktunya nanti,” sampai Arwin Mega. (Indra G)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed