oleh

Terkait Penangkapan Oleh Tim Gabungan di Hotel Hermes Place Banda Aceh, GMNI Takengon Angkat Bicara

Keizalinnews.com | Banda Aceh – Terkait penangkapan yang dilakukan tim gabungan Kepolisian dan Polisi Militer Iskandar Muda (Pomdam IM) terhadap 10 orang yang diduga terlibat pesta sabu di Hotel Hermes Place, pada Rabu (02/10/2019) yang lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa itu mendapat perhatian khusus dari beberapa LSM, Ormas/OKP dan Mahasiswa khusunya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh yang akan segera melakukan aksi didepan Hotel Hermes Place tersebut.

Mulyadi selaku Ketua GMNI Kab. Aceh Tengah menyatakan,” akan melakukan aksi di depan gedung yang beralamatkan di Jalan. T. Panglima Nyak Makam Banda Aceh 23117, Ulee Kareng, dan menuntut Plt Gubernur, Wali Kota Banda Aceh dan Dinas Syariat Islam mencabut izin hotel tersebut karna telah mengangkangi peraturan Perundang-undangan dan Qanun Aceh,” kata Mulyadi.

GMNI juga akan mengajak seluruh elemen masyakat dan ulama untuk menyuarakan ini agar pemerintah aceh mencabut izin oprasional Hotel Hermes Place, karena ini kami menganggap penghinaan dan pelecehan terhadap Qanun Syari’at Islam yang ada di Provinsi Aceh.

“Kita juga menyesalkan atas peristiwa di hotel tersebut dan kita menduga bahwa ada pembiaran dari pihak manjemen hotel sehingga terhadap kegiatan narkoba dan wanita bersama laki laki lain tanpa setatus perkawinan dan jelas hal tersebut melanggar Syariat, dan seingat kami ini bukanlah kejadian yang pertama terjadi,” terang Ketua GMNI Aceh Tengah.

Dan kita juga berharap, lanjut Aktivis kota berhawa sejuk ini,” kepada Walikota Banda Aceh dan Kepala Dinas Syariat Islam agar segera memberikan sangsi yang tegas berupa mencabut izin hotel tersebut karna telah melakukan pelanggaran terhadap Qanun Aceh,” tegasnya.

Senada dengan Mulyadi, Ketua DPD GMNI Provinsi Aceh Bung Lamsahbuddin juga menyatakan sikap akan melakukan orasi terkait dengan sesudah beredar luasnya berita tentang penggerbekan Narkoba di hotel tersebut.

Lamsah juga mengingatkan,” agar segera Walikota Banda Aceh mencabut izin Oprasional hotel megah yang berada di Banda Aceh tersebut,” pinta Ketua GMNI DPD Aceh (Indra G)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed