oleh

GMNI Pertanyakan “Sejauh Mana Kesiapan Disbudparpora Kab. Aceh Tengah” Menangani Standar Keselamatan Tempat Objek Wisata

KeizalinNews. Com TAKENGON – Musibah yang menimpa seorang penduduk kecamatan ketol berjenis kelamin perempuan mengalami musibah tenggelam di danau tempat objek wisata : Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) angkat bicara.

Hal ini seharusnya menjadi PR bagi Disbudparpora apabila memiliki perencanaan yang baik atas pembinaan terhadap pemilik objek objek wisata yang berada di kabupaten aceh tengah.

Rasa aman dan nyaman adalah salah satu tugas pemerintah yang harus di penuhi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat, sebagai pihak yang seyognya mendapatkan rasa aman dan nyaman dari pemerintah, Ungkap Mulyadi Ketua GMNI Aceh Tengah

Mulyadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mempertanyakan sejauh mana dinas pariwisata melakukan pengawasan terhadap standar keselamatan pada tempat objek wisata….?

Karena pengelola objek wisata,”gere jelas standar keselamaten ne,” (tidak jelas standar keselamatanya ), karena itu mutlak harus dipenuhi oleh pengelola dan leding sektornya di Disbudparpora Aceh Tengah yang kemudian berkoordinasi dengan dinas BPBD dalam hal penempatan petugas, dimana tempat wisata yang memiliki titik-titik bahaya terhadap pengunjung.

“Kenapa hal ini perlu dilakukan karena kita melihat adanya korban jiwa setiap tahunya dari pengunjung wisata baik ke Danau Maupun ke Sungai yang di jadikan oleh warga sebagai tempat mengisi hari libur bersama keluarga,” Ungkap Mulyadi dengan Nada Kesal.

Lanjut Mulyadi,” Kami melihat Disbudparpora hingga hari ini belum juga menunjukkan kepada publik atas keberhasilanya mendorong destinasi wisata gayo aceh tengah, dan terkesan lambat menjalankan pungsi dinas yang membidangi wisata,” jelas Mulyadi.

Mengapa hal ini kami ungkapkan,” lantaran hingga saat ini Kepala Dinas Jumadil Enka juga belum memberikan gambaran perencanaan anggaran 2019 yang berpihak terhadap kemajuan pariwisata aceh tengah, artinya secara kedinasan instansi ini masih jalan di tempat, alias Gagal Total (GATOT),” tutup Mulyadi yang merupakan Aktivis GMNI Aceh Tengah. (Indra G)

Bagikan :