oleh

Aktivis Mahasiswa Aceh ” Keputusan Mendagri Sudah Tepat ” Simbol Bendera Aceh Alam Peudeng

KeizalinNews. Com Banda Aceh – Keputusan Mendagri No 188.34/2723/SJ tentang pembatalan atas Qanun Aceh nomor 3 Tahun 2013 tetang Bendera dan Lambang Aceh menuai dukungan dan kritikan dari sejumlah tokoh dan masyarakat Aceh.

Ardi mansyah Salah seorang aktivis mahasiswa menilai keputusan Mendagri sudah tepat, karena dalam sejarah Aceh di masa kesultanan jelas tercatat rapi bahwa Bendera Aceh adalah Alam Peudeung dan di akui se Asia Tenggara.

Nah, jika hari ini ada tawaran lain dari bentuk dan warna Bendera Aceh, saya fikir tawaran tersebut tidak terlepas dari kepentingan sekelompok yang mencoba menghilangkan nilai-nila sejarah yang telah di toreh oleh pejuang Aceh di masa itu.

Barometernya jelas, sejak dikeluarkannya putusan mendagri pada tanggal 12 Mei 2016 baru sekarang bentuk penolakan yang di kemukakan ke publik.

Azhari Cagee Salah seorang Anggota DPR Aceh dari Partai Aceh yang mengatakan penolakan Bulan Bintang sebagai Bentuk Pengkhianatan terhadap Aceh tidaklah logis, karena dalam aturan yang berlaku jelas mengatakan, sejak dikeluarkan keputusan tersebut ada rentang waktu 14 hari.

Untuk para pihak mengajukan keberatan atas putusan tersebut. Namun sampai batas waktu yang di tentukan tidak ada para pihak yang mengajukan itu. Tidak pengkhinatan Pusat terhadap Aceh, yang ada DPRA khusunya Partai Aceh yang menjadi pengusulan Bulan Bintang lalai dalam menjalankan amanah.

Saya berharap,” kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk bersikap tegas, jangan lagi ada tarik ulur mengenai bentuk dan warna Bendera Aceh,” imbuhnya. (Indra G)

Bagikan :