Plt. Kadisdik H Atmonadi Membuka Sekolah Tatap Muka Dibuka 08 Feb 2021 -->

Advertisement



SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Plt. Kadisdik H Atmonadi Membuka Sekolah Tatap Muka Dibuka 08 Feb 2021

Redaksi
Saturday, February 06, 2021


Keizalinnews.com | PELALAWAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan akan membuka sekolah dengan belajar tatap muka terhadap Anak - anak didik pada hari Senin depan. Tanggal 08 Februari 2021.


Pembukaan sekolah belajar tatap muka ini, sesuai hasil rapat koordinasi bersama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pelalawan tentang usulan pembukaan sekolah dalam melaksanakan belajar tatap muka terhadap Anak - anak didik.


Hal ini, disampaikan Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan H.Atmonadi diruang kerjanya, di Perkantoran Bhakti Praja, Jumat (05/2/2021).


Dalam keteranganya, H.Atmonadi menyebut perubahan metode tata cara belajar dan mengajar secara Online dan Daring akan berpengaruh sehingga para orangtua murid mengeluh, karena belajar Online dan Daring, sangat melemah prospek daya tangkap dan termasuk mempengaruhi semangat anak - anak menyelesaikan PR setiap mata pelajaran.


"Insyah Allah ya, jika tidak ada perubahan lagi dan pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka akan dilaksanakan mulai Senin Tanggal 08 Februari 2021," jelasnnya. 


Menurutnya lagi, kendatipun sekolah tatap muka ini dibuka senin depan dan tidak seluruhnya sekolah melaksanakannya. Sebab, ada persyaratannya sesuai hasil Rapat Koordinasi Tim Satgas Covid-19 Pelalawan dan surat keputusan bersama 4 Menteri. 


"Iya benar, surat keputusan bersama (SKB) 4 Mentri yakni Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Mendagri dan Menkes tentang Pembelajaran Tatap Muka Dalam Suasana Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021," ungkapnya. 


Dijelaskan H.Atmonadi. Surat Keputusan Bersama 4 Menteri dan hasil Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan bersama Tim Satgas Covid-19 Pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan berpedoman dalam SKB 4 Menteri itu. 


Memang Disdik Pelalawan akan membukan sekolah untuk belajar tatap muka mulai Senin depan, tapi, tidak seluruhnya diberlakukan pembelajaran tatap muka tersebut. 


"Ya, Desa dan Kecamatan yang masih berada di Zona Orange tidak diperkenankan untuk sekolah belajar tatap muka. Contohnya daerah Kecamatan Pkl Kerinci," bebernya. 


Kepada media ini, H.Atmonadi mengutarakan 5 Kecamatan lainnya yang tetap proses belajar Daring / Online sesuai perolehan data dari Dinas Kesehatan Pelalawan nomor 440 / SEKT - UK / 2020 / 492 perihal Data Penyebaran Covid-19 Zona Wilayah Desa / Kelurahan, Kecamatan se Kabupaten Pelalawan.


“Jadi untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini, dari total 79 SMP yang ada di daerah ini, hanya 56 SMP yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka. Sedangkan dari 227 jumlah SD dan hanya 178 yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka,” kata.


Disinggung soal teknis pembelajarannya sendiri,  bahwa untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini diperkenankan hanya wilayah yang berada di zona kuning dan hijau saja. Dan pembelajaran tatap muka terbatas ini terbagi menjadi dua yakni pembelajaran tatap muka terbatas jam dan tatap muka terbatas ruang.


“Belajar tatap muka terbatas jam ini artinya para siswa hanya belajar 1 jam pelajaran selama 25 menit dengan jumlah belajar 1 hari hanya 4 jam pelajaran dan belajar terbatas dalam ruangan itu hanya 15 orang maksimal dalam satu ruangan. Tentunya, pembagian sistim ini dan setiap siswa bergantian masuknya sehingga tiap siswa dalam seminggu mendapat 3 kali pertemuan tatap muka,” Jelasnya.


Lanjutnya, pihak sekolah juga harus membuat surat pernyataan kesediaan orangtua siswa apakah anaknya diperkenankan untuk sekolah atau tidak. Jika tidak diperkenankan oleh orangtua siswa maka siswa tersebut masih berhak untuk mendapatkan pelajaran dengan sistim daring.


“Sekolah juga harus mempersiapkan prokes semaksimal mungkin. Seperti penyediaan hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh atau thermo gun sedangkan masker bisa dibawa masing - masing siswa. Karena dikhawatirkan ada sekolah yang tak memiliki anggaran untuk membeli masker atau faceshield,” katanya.


Menurutnya, pembelajaran tatap muka terbatas ini sebagai uji coba belajar di masa pendemi 15 hari kedepan. Oleh karena itu, bagi sekolah yang melakukan belajar tatap muka membentuk Satgas di Sekolah guna mengawasi proses belajar mengajar sebelum pandemi ini berlalu.


“Untuk SD, hanya kelas 4 sampai kelas 6 saja yang sekolah sementara SMP semua kelas yang sekolah. Kita akan evaluasi sistim pembelajaran tatap muka terbatas ini dalam 15 hari ke depan,” tutupnya. (Aris H)