Kades Karet Jaya, Diduga Selewengkan Dana Desa -->

Advertisement



SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Kades Karet Jaya, Diduga Selewengkan Dana Desa

Redaksi
Thursday, February 11, 2021


Keizalinnews.com | OKU Selatan - Berdasarkan data data yang di dapatkan awak media keizalinnews.com dari sistem informasi desa melalu link resmi Kemendes tentang anggaran pendapatan belanja belanja desa (APBDes) tahun anggaran 2020.


Diduga kepala desa Karet jaya kecamtan Buay Pemaca kabupaten Ogan Komering ulu selatan, koropsi kan anggaran insentip guru Tempat Pengajian Anak (TPA) di mana dana tersebut berdasarkan data Dari APBDes sebesar Rp.14400.000(empat belas juta empat ratus ribu).



Namun dana yang dikucurkan pemerintah untuk menunjang kesejahteraan guru TPA, tapi dana itu yang tersalur tidak sesuai dengan besaran anggaran, di duga kuat dana yang di anggarkan pemerintah itu hanya asas manpa'at oleh kepala desa untuk kepentingan peribadi.


Yang mana informasi dari beberapa  guru TPA ketika di kunjungi awak media, salasatunya MD selaku guru pengajian anak  bahwa jumla guru TPA desa ini berjumla empat temapat dan empat  orang guru, dan dana yang di berikan pada kami hanya Rp.1200.000(sejuta dua ratusribu)," guru TPA desa Karet ini ada empat dan dana yang kami terima atau yang di berikan oleh kepala desa pada kami husyus nya saya sejuta dua ratus ribu" ungkapnya, 27/01/2020


Namun ketika di konfermasi Karyaning Utami selaku kepala desa, iya mengatan bahwa gaji guru tergantung dari kades karna itu semua ada di kades.


Juga insentif Guru TPA suda kami serahkan, itupun kita hitung perbulan, dalam sebulanya kami serahkan Rp.200.000/bulan" ungkap kades, 03/02/2020.


Jadi berdasarkan keterangan guru TPA tersebut diduga uang sebesar Rp.14,400.000  hanya di bagikan pada guru TPA hanya Rp.4800.000 dan sisa dari dana tersebut tidak tau kejelasan nya di gunakan  untuk apa. 


Selain insentif guru TPA ada juga yang diduga hanya ajang koropsi untuk memperkaya diri sendiri yaitu anggaran tralis pintu dan jendela balai desa yang hanya beberapa titik namun menghabis kan dana Rp.37,100,000.


Yang harga nya cuman di perkirakan tidak menghabiskan 1jt per 1 tralis dan tralis tersebut berjumla 14 tralis. (Jamil Hamsi)