Beltim Terapkan Tandatangan Elektronik -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Beltim Terapkan Tandatangan Elektronik

Sunday, February 07, 2021





Keizalinnews.com  Belitung Timur — Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) mulai mengimplementasikan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk mendukung percepatan pelayanan publik.


Dikatakan Liatim selaku Kepala (DPMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur, pemberlakuan tanda tangan elektronik telah menjadi suatu kepastian hukum serta merupakan alat bukti yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga akan memberikan manfaat pada berbagai pelayanan pemerintah, keuangan, dan swasta.


Hal itu disampaikan Liatim saat menyerahkan secara simbolis surat ijin praktek dokter kepada dr.Yosefine di kantor DPMPTSPP Kabupaten Beltim, Jumat (7/2).


“Selama ini kita terkendala aturan dan harus ada MoU antara bupati dengan Badan Pengkajian dan Pemanfaatan Teknologi Republik Indonesia (BPPT–RI) sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik. Tapi, dengan adanya peraturan baru dari BPPT, ternyata tidak memerlukan MoU dan cukup hanya mengajukan surat ke BPPT. Alhamdulillah, terhitung mulai tanggal satu Februari, kita sudah bisa beroperasi,” kata Liatim.


Liatim mengungkapkan pihaknya mulai menerapkan pengembangan aplikasi elektronik guna mendukung pelayanan internal kepemerintahan maupun untuk pelayanan masyarakat yang berbasis elektronik. 


“Dengan tanda tangan elektronik ini proses penerbitan ijin tetap dapat dilakukan walaupun kepala dinas tidak berada ditempat atau sedang dinas luar, sepanjang persyaratannya lengkap,” ungkap Liatim.


Ia menjelaskan pemberlakuan aturan tersebut dapat memberikan jaminan keamanan, otentikasi serta integritas data elektronik pada sistem informasi yang ada serta mempercepat proses pelayanan yang diberikan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Beltim.


Selain itu, penerapan tanda tangan elektronik ini sesuai arahan Korsupgah KPK RI sebagai salah satu inovasi meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.


“Tanda-tangan elektronik ini merupakan salah satu indikator dari penilaian Korsupgah KPK RI (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan). Meskipun sempat mengalami kendala dalam pengajuannya, tetapi dengan adanya peraturan yang baru dan lebih sederhana, penerapan tanda tangan elektronik dapat dilakukan,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa melalui sistem ini, surat izin yang diajukan ke DPMPTSPP Beltim dapat diselesaikan paling cepat satu hari. Dengan catatan, izin yang diajukan ada nomor induk kependudukan (NIK) dan email pemohon serta belum pernah digunakan ke dalam aplikasi SiCANTIK (Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu).


Terkait dengan jenis-jenis surat izin yang dapat dibubuhi tanda-tangan elektronik di DPMPTSPP Beltim, Liatim juga memberi penjelasan bahwa tidak semua dapat menggunakan tanda-tangan elektronik. Alasannya, online single submission (OSS) memiliki dua jenis izin, yaitu izin usaha dan izin komersial.


“Memang tidak semua izin bisa menggunakan tanda tangan ini. Tapi yang hanya bisa digunakan itu seluruh izin yang menggunakan aplikasi SiCANTIK. Contohnya izin masalah kesehatan (dokter, perawat, apoteker), sarana kesehatan, mulai dari tenaga kesehatan sampai ke sarananya, izinnya melewati tanda tangan elektronik. Izin reklame, TDG (tanda daftar gudang),” paparnya.


Sementara itu, penerima surat izin bertanda-tangan elektronik pertama, dr.Yosefine mengatakan bahwa pengajuan persyaratan dan pengajuan tetap sama dan tidak sulit.


“Diminta berkas-berkas terlebih dahulu, seperti surat tanda registrasi dokter, KTP, surat pernyataan dari IDI, dan berkas-berkas lainnya. Setelah itu diberitahukan untuk kesini untuk mengambil SIP yang sudah jadi berupa barcode elektronik,” ungkap Yosefine warga Kecamatan Kelapa Kampit ini.(My/Ver/Ach)