Kades Dan Perangkat" Desa Kepayang, Diduga Kuat Bermain Mata Dalam Lakukan Pungutan BLT -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Kades Dan Perangkat" Desa Kepayang, Diduga Kuat Bermain Mata Dalam Lakukan Pungutan BLT

Friday, January 22, 2021


Keizalinnews.com OKU Selatan - Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang bersumber dari Dana desa, untuk meringan kan beban ekonomi  masyarakat, Mengingat pandemi covid-19.


Dana bantuan  sebesar Rp.300,000(tiga ratus ribu rupia) bulan, dan di bagikan serentak untuk tiga bulan berturut oktober, november, desember sehingga dana tersebut berjumla Rp.900,000 (sembin ratus ribu rupia) dan di bagikan pada desember 2020 kemaren.


Berdasarkan  informasi dari penerima bantuan masyarakat Desa Kepayang kecamatan Mekaku ilir kabupaten Ogan komering ulu selatan, Dalam penyaluran bantuan tersebut ada pungutan sebesar Rp.50,000/orang yang di lakukan oleh perangkat Desa Praktek pemungutan di lakukan setelah di serah kan kepada penerima.


Memang kalo dalam penyerahan uang tersebut pas Rp.900,000 namun begitu kami terima suda ada perangkat desa/relawan yang menunggu dan memungut uang yang kami terima itu sebesar 50rb "ungkap penerima yang enggan di sebutkan nama nya.

   

Dan sala satu awak media menanyakan lagi pada penerima tersebut,Apakah ada yang melihat pemungutan itu,,? Ya ada perangkat desa itula yang menyaksikan'' jawab korban pemungutan.


Apakah sebelumnya ada penjelasan dari kepala desa, seperti rapat atau musyawarah sebelum pembagian?


Tidak ada, kades mangatakan bahwa dana itu di potong seperti itu, malah kepala desa mengatakan gunakan dan manfaat kan la uang itu sebaik baik nya untuk kebutuhan kalian, tapi ada sedikit kades mengatan, seperti sumbangan sumbangan seperti itula, tapi tidak di sebutkan kegunaan nya untuk apa"ujar penerima lagi.


Mendengar hal tersebut awak media mengkonfermasi hal itu kepada beberapa perangkat desa/relawan covid-19, sala satu nya' Lapono selaku Relawan selaku relawan, iya mengatak memang benar adanya pemungutan sebesar Rp.50000  itu guna sehubungan relawan tidak ada gaji jadi dibagikan ke rekan relawan dan sisanya untuk pembangunan pagar" ungkap nya minggu 17/01/2021


Setelah di konfirmasi pada Sukran' kepala desa Kepayang, iya mengatakan tidak mengetahui ada nya pemungutan yang di lakukan perangkat nya itu, di karnakan saat itu iya cuman sebentar menyaksikan pembagian itu di karna kan ada kepentingan lain sehingga tidak bisa sampai selesai menyaksikan penyerahan bantuan tersebut" ungkapnya.


Apun alasan nya hal ini tetap pungutan dan menyalahi aturan, karna kalo di bilang sukarela mengapa di patokan besaran dana nya dan di pungut seperti itu. Yang nama nya sukarelah sumbangsih berapa  yang di serahkan masyarakat dan tidak langsung di tunggu dan di tarik begitu pembagian seperti itu.   (Jamil Hamsi)