Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Kembali Meraih Penghargaan Dalam Bidang HAM -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Kembali Meraih Penghargaan Dalam Bidang HAM

Thursday, January 14, 2021




Keizalinnews.com Belitung Timur —  Dengan kategori sebagai Kabupaten Cukup Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2019. Sayangnya terdapat penurunan Kategori Predikat untuk penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yosonna Laoly Desember 2020 lalu itu.


Saat ditemui awak media di ruangannya, Kamis (14/01/21), Kepala Sub Bagian Tata Hukum Bagian Hukum Setda Beltim Ilannur Fitri mengatakan dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hanya Kabupaten Beltim dan Bangka Selatan yang mendapatkan penghargaan dengan predikat cukup peduli. Sedangkan lima Kabupaten/Kota lainnya memperoleh predikat Kabupaten/Kota Peduli HAM.


“Kabupaten Beltim pertama kali meraih penghargaan di bidang HAM dimulai sejak tahun 2016 hingga 2018, dengan predikat sebagai Kabupaten Peduli HAM. Namun untuk tahun 2019, Beltim mengalami penurunan kategori dari Kabupaten Peduli menjadi Cukup Peduli, ” kata Fitri.


Menurut Fitri penurunan predikat ini dikarenakan kendala COVID-19. Tim penyusun agak kesulitan dalam mengumpulkan data sehingga membuat beberapa penilaian yang masih rendah.


“Kami hanya diberikan waktu yang sedikit, terus ditambah kondisi COVID sehingga tidak fleksibel dalam mengumpulkan data, dan ada beberapa aspek kita yang masih kurang,” jelas Fitri.


Dia menambahkan aspek-aspek yang turut dinilai dalam penilaian Kabupaten Peduli HAM seperti, aspek pendidikan, kesehatan, perumahan, pemakaman dan lingkungan.


 ”Untuk penilaiannya dilaksanakan setiap tahun dan penilaiannya dilihat dari berbagai aspek,” ujarnya.


Terkait upaya memperbaiki kekurangan atau penurunan predikat Kabupaten Peduli HAM, Fitri menekankan bahwa ke depannya Pemkab Beltim akan berupaya untuk meningkatkan kembali predikat penilaian tersebut dengan melakukan koordinasi ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, untuk meningkatkan fasilitas yang selama ini masih belum memadai, contohnya ruang laktasi, ruang parkir untuk disabilitas dan lain-lain,” pungkasnya. Tasya (My/@2!)