Diawal Tahun 2021 Polres Aceh Tengah Berhasil Menangkap 24 Kg Ganja Kering dan Tiga Pelaku -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Diawal Tahun 2021 Polres Aceh Tengah Berhasil Menangkap 24 Kg Ganja Kering dan Tiga Pelaku

Friday, January 08, 2021


Keizalinnews.com |  Takengon  - Kapolres Aceh Tengah, merasa bangga atas keberhasilan anggotanya dalam menangkap tiga pelaku pengedar barang haram Narkotika jenis Ganja dalam waktu tiga hari berturut-turut di awal tahun 2021 dengan tempat yang berbeda dalam jumlah berat total 24Kg.


Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K, didampingi Kasat Narkoba AKP Suarno, Kamis (07/01/2021) saat menggelar Konferensi Pers dihalaman Mapolres Aceh Tengah mengatakan," ganja sebanyak 23Kg disita dari tersangka MA, di Kampung Kebet, Kec. Bebesen, Aceh Tengah, 04 Januari 2021.


Barang bukti yang diamankan dari MA yaitu dua karung besar berisi narkotika jenis ganja, satu karung beras Bulog di dalamnya berisikan ganja, satu unit mobil Mitsubishi Triton warna hitam BL 8345 CL, dan satu unit handphone.


AKBP Sandy Sinurat, mengungkapkan berdasarkan pengakuan tersangka MA, barang tersebut diperoleh dari seseorang yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) warga Beutong Nagan Raya, dibeli dengan harga Rp 270.000/Kg dan total Rp 6.750.000 harga keseluruhanya.


Atas perbuatannya itu, MA dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 111 ayat (2), dengan ancaman hukuman paling singkat enam tahun sampai 20 tahun penjara.


Pelaku lainnya, kata Kapolres, MI ditangkap pada 05 Januari 2021 di Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket yang diduga nartkotika jenis sabu, dibungkus dengan plastik bening 0,2 gram, satu plastik kresek warna putih di dalamnya ganja dengan berat 125 gram sert satu unit handphone.



Menurut keterangan tersangka, terang Kapolres, barang narkotika golongan satu bukan jenis sabu itu diperoleh dari seseorang dengan harga Rp 500.000, pada 02 Januari 2021, di Paya Beuno, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen. Barang ini dibeli dengan harga Rp 50.000, dari seseorang di Beutong Nagan Raya.


"Pelaku membeli narkotika jenis sabu dan ganja ini untuk dipergunakan sendiri," katanya.


Atas perbuatanya itu, MI dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 Ayat (1) Jo 112 ayat (1) Jo 111 (1) ayat (1), ancaman hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.


Sementara itu, pelaku lainya, Iw ditangkap polisi pada 03 Januari 2021, diduga menyimpan tiga bungkus narkotika jenis ganja dibalut dengan kertas koran seberat 1.500 gram.


Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ia terancam hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.


Menurut Kapolres, penangkapan 24 kilo ganja itu merupakan prestasi awal tahun 2021, dan penangkapan terbanyak selama dua tahun terakhir di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.


"Minimal kita sudah bisa memutus rantai peredaran narkoba dan menyelamatkan generasi emas di Aceh Tengah dari peredaran barang haram ini," ujarnya.


Atas temuan itu, bisa diprediksi peredaran di Aceh Tengah semakin marak. Ia mengajak pemerintah dan semua stakeholder yang ada bersinergi untuk memerangi narkoba.



"Tidak boleh dibiarkan beredar di Aceh Tengah, kami tidak biarkan generasi penerus terpapar narkoba kita ingin generasi muda berprestasi tidak tergantung dengan narkoba, kami komit akan tindak semua pelaku narkoba," tegas Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat. (Indra G)