Demi Tanam Jagung, Banjir Melanda, Mayat Anak Di Temukan Tak Bernyawa. -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Demi Tanam Jagung, Banjir Melanda, Mayat Anak Di Temukan Tak Bernyawa.

Wednesday, January 06, 2021





Keizalinnews.com |  Bima - Motto Kabupaten Bima salah satu yakni Ngaha Aina Ngoho (Makan jangan babat) hutan demi kepentingan sesaat karena dimana hutan adalah sumber utama dalam kehidupan masyarakat. Mungkin motto daerah lain juga seperti motto yang ada di Kabupaten Bima namun hanya berbeda dalam bahada daerah namun kalau di artikan makanya artinya sama saja demi menjaga hutan agat lestari.


Melihat, menyimak dan memperhatikan apa yang tengah terjadi bahwa di musim hujan ini ada kejadian yang menimpa masyarakat Kabupaten Bima yakni masalah kebanjiran Pasalnya, hutan sudah gundul dan hanya demi kepentingan untuk menanam jagung para petani.


Informasi yang diendap oleh Media Nuansa Post. Site bahwa hutan di Kabupaten Bima terdapat 17 Kecamatan hutannya sudah di babat demi kepentingan tanam jagung. Mayat anak di Kecamatan Sanggar ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tepatnya di Desa Boro Kecamatan Sanggar.


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas) Kabupaten Bima, Syamsudin Al-Haq, SH yang ditemui, Rabu 06/01/21 mengatakan bahwa adanya banjir bukan kesalahan siapa-siapa tapi kesalahan kita semua menebang hutan secara liar dan mengakibatkan banjir serta nyawa anak-anak direnggut oleh banjir lantaran demi menanam jagung di atas gunung dan kepentingan lainnya, katanya.


Lanjutnya, Pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian kehutannan harus bertanggung jawab atas hutannya dan pemerintahan provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam hal ini Dinas Kehutanan. Lalu dimana hati nuranimu wahai Gunernur NTB melihat dan memperhatikan hutan di Kabupaten di daerah NTB, jelasnya.


Ditambahkannya, di Kecamatan Sanggar ada anak meninggal saat banjir ditemukan oleh keluarganya tidak bernyawa maka dalam hal ini masyarakat harus bisa membaca dan memahami situasi dan kondisi (Sikon) alam si sekutar kita. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima dan Pemda yang ada di NTB harus bisa berkoordinasi dengan Pemprov NTB. “Di Kabupaten Bima terdapat 18 Kecamatan 191 desa hanya 1 (satu) Kecamatan yang tidak di babat hutannya yakni hutan yang ada di Kecamatan Woha, “.


Pantauan awak media bahwa hutan sudah tidak seperti yang dulu karena dulu dilarang keras untuk mendekati hutan dan sekarang seolah-olah proses pembiaran saja.


( Syarifuddin / Asdonto )