Syarif: Pilkada Adalah Rahmat, Bukan Unjuk Kekuatan dan Pencitraan -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Syarif: Pilkada Adalah Rahmat, Bukan Unjuk Kekuatan dan Pencitraan

Redaksi
Monday, December 14, 2020


KeizalinNews.com - Dalam memaknai sebuah perhelatan pilkada sebagaimana yang sedang kita ikuti bersama saat ini. Ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi. Sebagai bahan renungan kita bersama, bahwa tujuan masing-masing calon untuk ikut serta dalam kontestan pilkada bukan atas dorongan nafsu dan keinginan ego pribadi tetapi semata2 karena adanya rasa simpati dan keinginan yang tulus untuk menjadi bagian dalam merubah nasib dan keadaan tanah kelahirannya.


Sejenak kalau kita melihat bagaimana perjuangan para laskar islam kala itu yang seakan tidak mau kalah bahkan saling unjuk gigi dalam memilih kepemimpinan diantara mereka, siapa diantara mereka yang paling berhak untuk menduduki sebuah kedudukan. 


Ada beberapa kondisi dimana masing2 calon pemimpin bertahan dan tidak mau kalah. Hal ini didorong rasa peduli dan simpatinya terhadap warga dan masyarakat dimana perubahan dan keadaan yang sedang dihadapi memerlukan langkah dan strategi dari dirinya. Yang dalam penafsiran masing2 calon hanyalah langkah dan strateginyalah yang bisa merubah keadaan.


Keadaan tersebut adalah hal normal bagi sebagian kecil orang yang memiliki kapabilitas dan kelebihan baik secara moril dan materil untuk berjuang demi kemaslahatan (masyarakat dan tanah kelahirannya/dou lambo dana ro rasana)


Hal inilah yang melandasi niat ketiga kontestan ini untuk maju berlaga dalam pesta demokrasi kali ini. Ketiga2nya memiliki visi misi yang sama yakni menginginkan adanya perubahan dan pembangunan untuk kemaslahatan warga masyarakat. 


Calon petahana no urut 3 INDAH dengan visi dan misinya melanjutkan pembangunan yang sudah ada demi meningkatkan kemaslahatan seluruh masyarakatnya. Demikian juga dengan no urut 2 SYAFAAD berangkat dari hasil telaah dan pantauannya selama kepemimpinan petahana sama sekali tidak menunjukan perubahan yang begitu berarti bagi kemaslahatan masyarakat yang dipimpinnya kerap disana sini didapatkan kekurangan2 dan keluhan serta tangisan masyarakat sehingga mendorong pasangan no urut 2 dengan ketulusan dan niat ikhlas demi masyarakat kabupaten bima maju berlaga dengan mengusut tema "pèrubahan". Dan terakhir no urut 1 tidak mau kalah, pasangan ini dengan beragam persiapan dan pola yang berangkat dari rasa empati dan peduli yang tinggi terhadap keadaan yang dihadapi oleh masyarakat tanah kelahirannya memutuskan untuk maju berlaga dengan mengusut tema " Bima Baru ".


Dari sederet rangkaian pelaksanaan pilkada dari awal hingga saat ini. Menunjukan bahwa para calon betul2 mengimplementasikan maksud dan tujuannya berdasarkan visi misi masing2 tampa ada yang berpengaruh dari intervensi apapun dari pihak luar walau oleh simpatisan, pendukung, dan tim sekalipun. Sebab masing2 calon sadar bahwa apa yang sedang diperjuangkan adalah hasil dari inspirasi yang dilandasi kesadaran diri yang tinggi terhadap rasa empati dan peduli bagi keadaan dan kondisi masyarakat yang membutuhkan kehadiran mereka untuk perubahan sesuai yang diharapkannya.


Kondisi spiritual masing2 calon terhadap nilai ketulusan dalam bersaing dan berkompetisi sehat demi meraih hati masyarakat calon pemilihnya. Di tunjukan dalam berbagai kegaiatan selama proses pilkada.


Dari awal pendaftaran para calonpun mulai mendengungkan dan menjelaskan maksud dan tujuan serta Visi misi kepada seluruh masyarakat dengan harapan agar masyarakat tahu akan maksud dan tujuan mereka maju berkompetisi dalam pilkada. Hingga tiba saat digelar debat terbuka merekapun di uji dengan beberapa pertanyaan yang menggugah mereka untuk lebih meyakinkan lagi kepada masyarakat akan maksud dan tujuannya tersebut.


Pengenalan dan penjajakan visi misi pun berlanjut sampai pada proses tahapan kampanye atau blusukan. Masing2 calon masih pada pendiriannya konsisten terhadap misi kemuliaannya tulus hanya untuk kemaslahatan masyarakat. 


Sehingga para calonpun secara serentak dalam waktu yang tidak bersamaan dihadapan para masyarakat yang merupakan calon pemilihnya di setiap turun blusukan. Berjanji akan menjalankan amanah dengan sungguh2 sesuai visi misi yang diembanya jika terpilih dan siap legowo dan menerima dengan hati yang ikhlas dan terbuka apabila ternyata kalah dalam pertarungan ini. Karena tujuan diantara kami hanya satu ingin menjadi bagian untuk perubahan dan kemaslahatan kita menjadi lebih baik.


Inilah yang melatarbelakangi sumber untuk mengungkapkan bahwa " pilkada itu adalah rahmat dimana para calon masing2 mengambil bagian dan tempat untuk berlaga dalam kerangka untuk visi misi yang menjadi tolak ukur kemuliaan demi masyarakat tanah kelahirannya. Bukan unjuk kekuatan apalagi pencitraan yang nota bene adalah hanya pemuasan nafsu belaka.


Terakhir. Ijinkan saya untuk menyampaikan pandangan saya bahwa kendatipun para calon berikut tim sukses, simpatisan, beserta seluruh pendukung2nya sekarang masing2 was2 dan siaga satu dalam menjaga dan mengawal hasil C1 dan Lidi pemungutan, penghitungan, dari TPS ke KPPS, hingga PPK dan KPU semata2 bukan untuk menunjuk kekuatan apalagi pencitraan tetapi betul2 untuk menunjukan bahwa pemilu berjalan sesuai yang diharapkan. Bahkan apabila terdapat indikasi kecurangan maka masing2 calon akan mengajukan gugatan.


Sekali lagi saya tekankan bahwa " mosi dan sikap para calon maupun pendukung dalam mengawal dan memastikan kotak suara dalam keadaan lancar dan aman hingga putusan akhir di KPU adalah sesuatu yang normal sesuai supermasi hukum di negara kita. Jadi tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan niat awal dan sikap dasar para calon untuk terbuka dan legowo dalam menerima kekalahan dan siap untuk menjaga dan melaksanakan amanat rakyat jika terpilih dalam pilkada. (Red)