Peringati Hari Ibu Ke-92, TP PKK Didukung IKAPTK Aceh Tengah Gelar Rapid Test Gratis Untuk Perempuan -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Peringati Hari Ibu Ke-92, TP PKK Didukung IKAPTK Aceh Tengah Gelar Rapid Test Gratis Untuk Perempuan

Redaksi
Saturday, December 19, 2020


Keizalinnews.com | Takengon - Memperingati Hari Ibu Ke-92, Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) setempat, menyelenggarakan kegiatan rapid test gratis yang diperuntukan bagi kaum perempuan.


Kegiatan rapid test gratis yang ditujukan untuk mendeteksi secara dini penularan Covid-19 bagi kaum perempuan itu, dilaksanakan di Pendopo Bupati Aceh Tengah di Takengon, Sabtu (19/12/2020).



Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Tengah, Puan Ratna dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan rapid test gratis bagi kaum perempuan ini merupakan refleksi peringatan hari ibu yang diperingati setiap tahun tepatnya pada tanggal 22 Desember.


Puan menyebut, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TP PKK dan bentuk penghargaan kepada perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud kepedulian TP PKK dalam menyukseskan program pemerintah yang saat ini tengah memutus rantai penyebaran Covid-19.


“Sebagaimana kita ketahui bersama peran perempuan terutama ibu amat penting sebagai tameng utama dalam melawan Covid-19, paling mendasar yaitu memberikan penjagaan dirumah baik bagi dirinya sendiri, suaminya, anak-anaknya dan seluruh anggota keluarganya,” ujar Puan.



Lebih lanjut Puan Ratna menjelaskan, rapid test gratis kali ini diikuti 100 orang peserta dari jajaran Pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, Pengurus Persit Kartika Candra Kirana, Pengurus Bhayangkari, Pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan Gabungan Organisasi Wanita.


Puan berharap, melalui pelaksanaan rapid test gratis ini dapat membantu pemerintah dalam memperluas cakupan deteksi dini penyebaran Covid-19, sehingga upaya antisipasi bisa segera dilakukan, terutama di kalangan perempuan.


“Harapan kita, melalui kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam menekan angka Covid-19, terutama sebagai upaya 3T (Test, Tracing dan Treatment) di kalangan perempuan.” Tutup Puan.


Sementara itu, Bupati Shabela dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang merupakan bentuk perhatian ibu-ibu PKK untuk pencegahan penyebaran Covid-19.


Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sejauh ini terus berupaya dalam penanggulangan Covid-19 di daerah ini. Untuk itu, dukungan berbagai pihak sangat berkontribusi dalam mewujudkan kondisi yang kondusif dan aman dari penyebaran Covid-19.


“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan kita semua sebagai salah satu bentuk upaya kita dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Shabela.



Terkait dengan pelaksanaan rapid test, Bupati Shabela mengemukakan bahwa hasil test rapid nantinya bukan menentukan apakah orang tersebut sudah terdeteksi terkena Covid-19 atau tidak terkena, karena hasil reaktif belum tentu menunjukan seseorang positif Covid-19. Begitu juga sebaliknya, hasil rapid test non reaktif belum tentu juga menunjukan seseorang pasti negatif covid, sehingga tidak bisa dijadikan acuan diagnosis Covid-19.


“Kalau nanti hasil test menunjukan hasil reaktif, belum tentu ibu-ibu positif Covid-19. Perlu uji Swab PCR kembali,” ujar Shabela


“Rapid test ini hanya sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan tertular oleh virus, sehingga akan ada tindakan lebih lanjut apabila hasilnya reaktif,” tambahnya.


Diakhir sambutannya, Bupati Shabela berpesan agar kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 harus terus menjadi perhatian semua pihak dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. 


Kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan itu akan menjadi kunci penting dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh Tengah. 


“Jadi pemutusan mata rantai penularan Covid-19 ini sangat tergantung peran serta kita dalam menjalankan protokol kesehatan.” Pungkas Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. (Indra G)