Kabupaten Beltim Canangkan Gerakan Indonesia Membaca -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Kabupaten Beltim Canangkan Gerakan Indonesia Membaca

Redaksi
Wednesday, December 23, 2020


KeizalinNews.com | Belitung Timur – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM). Asisten III Bidang Administrasi Umum Zuryanti memukul gong menandai pencanangan GIM Tingkat Kabupaten Beltim tahun 2020, di Auditorium Zahari MZ, Rabu (23/12/20).


 Penyelenggaran Pencanangan GIM diharapkan dapat meningkatkan komitmen pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk meningkatkan literasi secara berkesinambungan.



“Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat untuk mendukung gerakan literasi masyarakat. Mendorong partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam meningkatkan jumlah melek huruf dan mendorong  peningkatan budaya baca masyarakat,” ungkap Ketua Panitia Pencanangan GIM, Kristian Ajie.


Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS Dindik Beltim itu menyatakan dalam kegiatan pencanangan ini juga dilaksanakan Penyerahan Draft Peraturan Bupati Beltim tentang Gerakan Literasi Kabupaten dan Rencana Aksi Daerah Gerakan Literasi Kabupaten Beltim Tahun 2021 - 2024 kepada Bupati Beltim.


“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim sebagai leading sector gerakan literasi nasional, untuk kemudian dibahas bersama stakeholder terkait dan akan disesuaikan dalam RPJMD Tahun 2021 – 2024, sehingga menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Strategis SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim tahun 2021 – 2024,” kata Ajie.



Selain itu, Bupati Beltim menyerahkan buku bacaan secara simbolis kepada perwakilan peserta didik pada jenjang PAUD, SD dan SMP serta warga belajar Program Kesetaraan Paket C pada PKBM dan perwakilan Paguyuban Orang Tua. Hal ini dimaksudkan bahwa melalui GIM tingkat Kabupaten Beltim, diharapkan mampu untuk memberikan motivasi yang positif dalam peningkatan minat baca tidak hanya di sekolah, tetapi di lingkungan keluarga dan masyarakat.


“Kita juga sekaligus melaksanakan penyerahan Donasi Buku oleh Bank Sumsel Babel Cabang Manggar dan PT. Timah Wilayah Produksi Belitung.  Bantuan ini adalah merupakan bentuk nyata kepedulian dari sektor dunia usaha dan dunia industri untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi di Kabupaten Beltim,” ujar Ajie.


Minat Baca di Kabupaten Beltim Masih Rendah


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Amrizal menyatakan sesuai hasil survey UNESCO tahun 2011, hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat baca. Kondisi ini juga diakuinya tak jauh berbeda dengan yang ada di Kabupaten Beltim.


“Makanya dengan adanya pencanangan ini kita ingin membaca itu jadi suatu kebutuhan. Bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan sosial, masyarakat serta di perusahaan ataupun tempat publik lainnya,” kata Amrizal.


Amrizal menekankan dalam membaca setidaknya ada transfer ilmu dan pengaplikasian dalam dunia nyata. Menurutnya, hasil dari membaca dapat digunakan untuk menambah penghasilan.


“Kayak hari ini semua yang ditampilkan dan dijual di stan-stan merupakan hasil dari apa yang mereka dapat di buku. Mereka baca terus mereka terapkan, hingga jadilah hal yang bermanfaat,” ujarnya.   


Selain itu Amrizal berharap agar semua berkomitmen untuk membangun GIM, memperkuat kolaborasi dari semua unsur dan meningkatkan kemampuan literasi dalam menghadapi kehidupan.


“Untuk itu saya berterima kasih kepada PT Timah dan Bank Sumsel Babel Cabang Manggar yang sudah mendonasikan buku. Tentunya buku-buku ini akan dimanfaatkan oleh masyrakat mulai dari anak-anak hingga dewasa,” ucapnya.  


Sementara Bupati Beltim melalui Asisten III Zuryanti mengakui jika budaya membaca buku lambat laun kian pudar dan ditinggalkan oleh masyarakat. Teknologi digitalisasi menggantikan peran buka, tak heran jika budaya membaca buku saat ini mulai ditinggalkan.


“Terlebih bagi anak-anak, dengan hadirnya permainan dalam gadget, membuat mereka lebih gemar bermain game daripada membaca buku. Hal ini jadi keprihatinan kita bersama, apalagi mereka adalah modal masa depan,” kata Zuryanti.


Zuryanti mengharapkan agar pemangku kepentingan melakukan inovasi menyeluruh agar GIM benar-benar berjalan bukan sekedar seremonial, namun dapat digiatkan dan menjadi kebiasaan.


“Saya minta sarana membaca seperti Perpustakaan Umum Daerah, Perpustakaan Desa, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat untuk terus meningkatka mutu buku bacaan dan sarana prasarana yang ada sehingga masyarakat betah dan bisa menjadi rumah kedua untuk mendapatkan ilmu,” harapnya. (My/@2!)