40 Orang Mahasiswa STIE Tazkiah Dari Belitung Timur Selesai Tepat Waktu -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

40 Orang Mahasiswa STIE Tazkiah Dari Belitung Timur Selesai Tepat Waktu

Redaksi
Thursday, December 31, 2020


KeizalinNews.com | Beltim - Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin menyerahkan ijazah dan transkip nilai kepada 40 orang lulusan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor Jawa Barat. Penyerahan secara simbolis kepada 5 orang perwakilan mahasiswa itu berlangsung di ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Rabu (30/12/20).     


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Amrizal, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Beasiswa Alpian mengatakan para penerima ijazah semuanya merupakan putra-putri Kabupaten Beltim yang dibiayai dari program penyediaan beasiswa bagi keluarga kurang mampu.



“Khusus untuk pendidikan tinggi, terhitung sejak tahun 2008 Pemkab Beltim telah melaksanakan program peningkatan kualitas pendidikan berupa penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu. Salah satunya kerjasama dengan Yayasan Tazkia Cendekia,” ujar Alpian.


Alpian menyatakan Program beasiswa di STIE Tazkiah sendiri dimulai tahun 2015 lalu. Di mana 50 orang mahasiswa Beltim ditetapkan sebagai penerima beasiswa di kampus yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 78 Sentul City Bogor Jawa Barat.   


“Tujuan kita dulu memberikan beasiswa di STIE untuk mahasiswa yang punya potensi akademik namun tidak memiliki kemampuan financial terutama untuk menimba ilmu Ekonomi Islam serta mempersiapkan sumber daya insani yang beriman dan bertakwa serta mampu melaksanakan aktifitas syariah,” kata Alpian.



Alpian menyebutkan dari 40 orang yang lulus, 12 orang berasal dari Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Syariah, 12 orang dari Prodi Akutansi Syariah, 4 orang dari Prodi Hukum Bisnis Syariah, dan 12 orang dari Prodi Ekonomi Syariah.


“Dari 50 orang yang menerima beasiswa, 40 orang selesai tepat waktu. Sisanya 10 orang masih harus menyelesaikan pendidikan di STEI Tazkia dengan biaya sendiri,” ungkap Alpian.


Lulusan sarjana harus mampu membaca peluang dan tantangan ke depan. Putra-Putri daerah yang telah menempuh pendidikan di luar baik yang memperoleh beasiswa dari Pemerintah Daerah maupun biaya mandiri diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru dan menjadi entrepreneur muda di Kabupaten Beltim.


“Mereka harus mampu berkolaborasi dengan Sumber Daya Alam yang ada dan memadukan dengan ilmu serta pengalaman yang mereka peroleh saat di bangku kuliah dan di rantau,” kata Wakil Bupati Beltim Burhanudin seusai menyerahkan ijazah dan transkip nilai kepada 40 orang lulusan STEI Tazkia di ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Rabu (30/12/20).


Aan, sapaan akrab Wabup pun mendorong agar mahasiswa yang baru lulus untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha. Ia pun memuji beberapa lulusan STIE Tazkiah yang sudah bisa membuka usaha sendiri meski masih berskala kecil.


“Yang namanya sarjana kan berpikirnya pasti lebih cerdas dari lulusan SMA. Contoh saja kawan-kawan lulusan itu Tazkiah, banyak yang sudah buka usaha sendiri ada yang buat Opak, berkebun dan ingin membuat koperasi Syariah,” ungkap Aan.


Sedangkan menurut Aan peluang untuk menjadi PNS ataupun honorer sangat terbatas. Untuk itu amat disayangkan jika lulusan sarjana pulang kembali ke daerah hanya mengejar untuk menjadi pegawai pemerintah.


“Mereka ini kan orang yang sudah punya ilmu pengalaman. Dak perlu mengharapkan jadi pegawai di Pemda, masak ingin jadi honor terus menerus. Di tempat orang aja kita sanggup hidup masak di kampung sendiri dak sanggup,” ujar Aan.


Ke depan Bupati terpilih Pilkada 2020 itu berharap agar Dinas Pendidikan mengurangi pemberian beasiswa permanen. Sebagai gantinya, bisa dengan memperbanyak beasiswa non permanen.


“Ke depan beasiswa (permanen) seperti ini dapat dikurangi, diganti dengan beasiswa yang sifatnya aksidentil. Beasiswa yang non permanen yang perlu diperbanyak ke depan nanti,” harapnya. (My/@2!)