Wakil Bupati Kukuhkan Pengurus Forum PRB Pidie Jaya -->

Advertisement




Wakil Bupati Kukuhkan Pengurus Forum PRB Pidie Jaya

SANGRAJAWALI
Friday, November 13, 2020


KeizalinNews.com | Pidie Jaya - Hari ini, Kamis 12 November 2020 H. Said Mulyadi, SE, M.Si resmi mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Pidie Jaya, di Aula Cot Trieng Lantai I, Kantor Bupati Pidie Jaya, pada Kamis (12/11/2020).


Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Wakil Bupati secara simbolis kepada ketua F-PRB Pidie Jaya, M. Yakob, Mph.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 perserta yang terdiri dari perwakilan Pengurus F-PRB dan SKPK Pidie Jaya serta Insan Pers.



Waled mengatakan, dalam upaya mitigasi bencana, diperlukan kerjasama dan langkah konkrit dari seluruh pihak sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan dampak bencana yang mungkin akan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya.


“Saya berpesan kepada BPBD dan SKPD terkait untuk menjalin kerjasama dan bersinergi dengan pengurus F-PRB ini dalam melaksanakan kegiatan manajemen penanggulangan bencana,” pintanya.


Dalam sambutannya, Wabup menerangkan keberadaan F-PRB Kabupaten Pidie Jaya menjadi sangat penting dalam rangka memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana menghadapi bencana, minimal dapat menyelamatkan diri sendiri saat bencana datang.



Seperti kita ketahui bersama Kabupaten Pidie Jaya, yang terdiri dari penggunungan dan kawasan perairan (laut) merupakan daerah rawan bencana seperti banjir maupun kebakaran.


Pada akhir tahun 2016 kita juga mengalami bencana gempa bumi yang begitu dahsyat, lanjutnya.


Menurut Waled, F-PRB merupakan mitra bagi Pemkab Pidie Jaya dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. 


Kabupaten Pidie Jaya, kata orang nomor dua di Kabupaten Adee dan Socolatte itu, termasuk daerah yang rawan bencana dengan indeks resiko kategori tinggi. 


“Saya berharap, setelah dikukuhkan FPRB bukan sebatas seremonial saja. Melainkan  harus memulai dengan rencana aksi dan bekerja untuk mengurangi resiko bencana.


Sebagai bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Wabup.



Setelah dikukuhkan, F-PRB diharapkan bisa memberi masukan atau rekomendasi kepada Pemkab Pidie Jaya untuk mengenal model-model risiko bencana pada pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana. 


Menurutnya, mitigasi bencana memang sangat penting dilakukan oleh Pemkab melalui leading sektornya yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.


Dengan dibantu F-PRB melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. 


“Pelatihan-pelatihan dan simulasi evakuasi mandiri bencana, semua itu perlu adanya kerjasama yang baik antara Pemkab dengan FPRB,” kata Waled. (Bukhari)