Sempat Tegang, Sukaraja dan Seakasale Bersepakat Damai -->

Advertisement




Sempat Tegang, Sukaraja dan Seakasale Bersepakat Damai

SANGRAJAWALI
Tuesday, November 03, 2020


KeizalinNews.com | Maluku - Kepala Camat Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ),Maluku Mery Matitale mengatakan ketegangan antara dua desa, Sukaraja dan Seakasale pasca pertikaian baku lempar dengan menggunakan batu pada tanggal 31/10/2020 lalu, kondisi kedua desa bertikai telah aman dan kondusif.


" Situasi kedua desa sudah aman dan kondusif. Dan sudah dilakukan pertemuan sekaligus mediasi yang melibatkan penjabat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda kedua desa tersebut" ungkap Matitale saat dikonfirmasi Rakyat Keizalinnews,Com. Selasa 3/11/2020.



Disampaikannya Merry, ada beberapa hal yang disampaikan saat pertemuan sekaligus mediasi yang melibatkan kedua belah pihak baik desa Sukaraja maupun Seakasale, dan bersepakat untuk damai. kedua desa menghendaki damai dan penyelesaian masalah secepatnya, dan Merry meminta kedua desa untuk tinggalkan ego pada diri masing-masing, dan membuka hati  untuk berdamai agar tidak ada lagi masalah yang muncul.


" Itu yang sangat diharapkan dari kedua desa,agar hidup damai dan tidak ada lagi masalah sebab sudah diselesaikan bersama - sama, dan bersepakat untuk damai" kata Merry.


Ditambahkannya, Untuk kerusakan ditanggulangi oleh kedua pejabat dan itu tanggungjawab penjaba desa baik Sukaraja maupun Seakasale, dan untuk proses penyelidikan pelaku awal dan pelaku pengrusakan kebun diserahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Taniwel Timur.


" Semua kerusakan baik rumah dan tanaman akan didata besar kerugian yang dialami kedua desa nantinya kita kembalikan ke desa karena merupakan tanggung jawab desa dan jelasnya harus ada ganti rugi. dan untuk penempatan BKO itu kewenangan Bupati SBB dan nanti akan dikoordinasikan" tambah Merry.



Sedangkan Kapolsek Taniwel Timur Ipda Costantinus Rangkoly disampaikannya kedua desa telah bersepakat untuk berdamai, dan lewat mediasi perdamian akan dinyatakan dalam bentuk sebuah pernyataan dan janji didengar,disepakati dan dilaksanakan bersama


" Damai dan konsekuensi yang di dapat jika melanggar kesepakatan damai hari ini yang pertama berhadapan dengan Tuhan dan yang kedua yaitu berhadapan dengan Pihak keamanan." jelas Rangkoly.


Ditanyakan soal tindakan hukum bagi para pelaku, kata Rangkoly,pihak Polsek Taniwel Timur berpatokan kepada Perkap No 6 Tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana dan pengungkapan pelaku kami tetap merujuk kepada aturan, 


Dan semua melalui proses penyelidikan dan proses penyidikan baru kita bisa lakukan penangkapan karena bila kita salah dalam melakukan penagkapan maka akan dipraperadilan.


" Dan terkait pengrusakan kebun warga kami tetap menunggu bila ada laporan dari masayarakat maka kami akan tindak lanjuti." ujar Kapolsek.


Adapun kesimpulan dari mediasi tersebut yakni, ke desa bersepakat untuk berdamai dengan tidak membuat pernyataan. Kedua desa bertanggung jawab untuk mengamankan warga masing-masing. Proses hukum dalam pengungkapan pelaku tetap dilaksanakan sesuai keinginan masayarakat sukaraja. Dan dilakukan pendataan korban baik jiwa maupun barang untuk segera ditindaklanjuti. (SRL)