Sekda Tinjau Langsung Luapan Air Genangi Jalan dan Rumah Warga Kampung Blang Ara Dan Kampung Waq Pondok Sayur -->

Advertisement



Sekda Tinjau Langsung Luapan Air Genangi Jalan dan Rumah Warga Kampung Blang Ara Dan Kampung Waq Pondok Sayur

SANGRAJAWALI
Wednesday, November 18, 2020


KeizalinNews.com | Redelong - Akibat guyuran hujan  di sejumlah titik  dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah beberapa hari terakhir menyebabkan beberapa titik badan digenangi air. Dari beberapa wilayah yang berdampak diguyur hujan, adalah Kampung Blang Ara dan Kampung Waq Pondok Sayur Kecamatan Bukit,  air sempat meluber ke badan jalan dan juga memasuki salah satu rumah warga bukan air saja tapi juga bercampur dengan lumpur.


Akibat kejadian tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Haili Yoga, M.Si bersama anggota DPRK Yuzmuha meninjau langsung tempat kejadian tersebut, Kamis, (12/11/2020)  Sore.


Dalam kesempatan tersebut Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si yang didampingi Yuzmuha mengatakan,  kejadian ini adalah akibat curah hujan yang terjadi dibeberapa titik dalam wilayah kabupaten Bener Meriah terutama di Kampung Blang Ara  dan Kampung Waq Pondok Sayur akhir-akhir ini, melubernya genangan air  sampai kebadan jalan dan juga merendam salah satu rumah warga, ini diakibatkan drainase  atau parit yang tersumbat,  sehingga aliran air menjadi tidak lancar, kita lihat paritnya  dipenuhi sampah, kata Sekda dilokasi kejadian.


“Ini diduga dari perilaku sebagian masyarakat kita yang masih saja ada membuang sampah kesaluran air, drainase  atau selokan, jangan membuang sampah ke parit atau drainase. Karena dari situlah sumber pemicu bencana,” tegas Sekda.



Memang ada selama ini  terbangun pemahaman di tengah masyarakat kita, kalau sedang hujan cepat-cepat buang sampah ke parit, mumpung airnya sedang deras,, prilaku seperti ini yang seharusnya kita rubah, tambahnya. 


 “Kita meminta kepada warga, tolonglah terutama warga  yang ada berada di hulu jangan membuang sampah sembarangan. Karena bisa menyumbat saluran  air atau parit  yang merupakan jalannya air. Kalau hujan deras akibatnya seperti ini. Air meluber kejalan hingga masuk ke rumah warga,” ungkap Sekda Haili Yoga.



Ditambahkan Sekda, kondisi saluran air dikampung ini  juga  dinilai kurang memadai. Sehingga saat terjadi hujan deras, saluran tersebut tidak mampu menampung debit air yang ada. Belum lagi adanya sumbatan sampah yang menumpuk di beberapa tempat, ujarnya. 


Untuk mengantisipasi hal itu, kita sudah meminta pihak BPBD Bener Meriah untuk turun  langsung. Pihak Damkar sendiri lamngsung merespon dengan  menurunkan satu mobil Damkar untuk mebersihkan badan jalan dan rumah warga yang  tergenang air disertai lumpur, dan juga akan mengerahkan alat berat mini  ke lokasi untuk Pembersihan sampah dan kayu yang menghambat di saluran air,’’ jelasnya. (Indra G)