Satu Korban Bentrokan Aparat Dengan Mahasiswa GMNI di Dampingi TRC PPA Lapor Polisi -->

Advertisement




Satu Korban Bentrokan Aparat Dengan Mahasiswa GMNI di Dampingi TRC PPA Lapor Polisi

SANGRAJAWALI
Saturday, November 07, 2020


KeizalinNews.com | Gunungsitoli - Salah seorang masa mahasiswi yang sedang mengikuti unjuk rasa di depan Dinas Kesehatan Kab. Nias (Selasa' 03/11/2020) lalu mengaku jadi korban pemukulan oknum polisi.


Akibat insiden tersebut, dua orang mengalami luka serius di duga akibat pemukulan oleh oknum polisi saat pengawalan unjuk rasa berlangsung.


Salah satu korban "MYW" mengadu kepada Bunda Naumi, Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA) untuk mendapatkan pendampingan.


Kepada awak media, Bunda Naumi menyampaikan berdasarkan penelusuran dan keterangan korban, pelaku adalah Bripda AS salah satu anggota polisi, (07/11).



Insiden bentrokan aparat kepolisian dengan pendemo itu menyebabkan dua pendemo mengalami luka-luka akibat dipukul oleh oknum polisi, terang Bunda.


Masih kata Kornas TRC PPA, bahwa  pemenuhan hak asasi setiap orang atas kebebasan mengeluarkan pendapat secara konstitusional dimuat dalam Pasal 28E ayat (3) jo Pasal 28I ayat (4) UUD 1945 bersamaan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul.


"Pendemo itu dijamin hak konstitusional terkait bebas mengeluarkan pendapat. Lalu kenapa aparat kepolisian main hakim sendiri sampai membuat massa pendemo terluka", tegasnya.


Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas, kasus telah di laporkan oleh salah satu korban dengan di dampingi Tim Hukum dan Advokasi TRC PPA. Pungkas Bunda. (Edi/Gus)