Rehab SMPN 3 Pante Bidari Diduga Sarat Korupsi, Pengawas Sekolah Tutup Mata -->

Advertisement




Rehab SMPN 3 Pante Bidari Diduga Sarat Korupsi, Pengawas Sekolah Tutup Mata

SANGRAJAWALI
Friday, November 20, 2020


KeizalinNews.com | Aceh Timur - Rehabilitasi RKB (Ruang Kelas Belajar) SMP Negeri 3 Pante Bidari diduga dikerjakan asal-asalan, Kepala Sekolah (Kepsek) disinyalir bermain untuk mendapatkan keuntungan pribadi.


Pantauan media ini Rabu 18/11 Rehabilitasi 3 (tiga) RKB yang sedang dikerjakan masih menggunakan kusen  bekas dan rangka baja bekas, padahal kusen dan rangka baja lama(bekas) tidak layak lagi digunakan karena kondisi nya sudah tidak layak pakai bahkan rata rata yang namanya rehab itu di ganti sesuai dengan RAB. Yang lebih parah nya lagi Kepsek tidak bekerja sama dengan panitia yang ada di SK,  Kepsek bekerja sendiri, ucap Sumber media yang meminta namanya dirahasiakan media ini.


Menurut informasi yang beredar seng bekas yang sudah dibongkar dan sudah di cat baru kembali rencana nya akan digunakan/dipasang kembali namun karena ada yang komplain penggunaan seng bekas di urungkan atau tidak jadi digunakan kembali.



Lebih parah lagi, ratusan seng bekas yang sudah di cat baru kini raib dari lokasi sekolah, dari informasi yang berhasil dihimpun awak media dan LSM LPAKN tersebut, bahwa seng bekas tersebut sebagian diminta  oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Saiful Basri,SPd.MPd. dan sebagian lagi di minta oleh pihak lain nya di Pante Bidari.


Adapun biaya rehabilitasi ketiga RKB tersebut menggunakan sumber dana DAK lebih kurang Rp 500 juta tahun anggaran 2020.



Ketua DPD LPAKN-RI perwakilan Aceh Nana Thama mengatakan, Kuat dugaan dalam pelaksanaan rehabilitasi ketiga RKB tersebut terindakasi korupsi dan penyimpangan, disamping itu juga dalam pelaksanaan tidak tranparan atau sangat tertutup hal ini dapat di lihat karena tidak adanya papan informasi proyek sebagaimana perintah UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Sebutnya 


Dugaan Terjadinya penyimpangan dalam proyek swakelola dibawah Dinas PK Aceh Timur karena luput dari pengawasan pihak dinas, atau tidak tertutup kemungkinan adanya kerja sama kepala Sekolah dengan Dinas untuk menggerogoti uang sekolah. Imbuhnya 


Nana Thama meminta kepada pihak berwajib untuk mengaudit dana swakelola yang diperuntukan untuk pembangunan atau Rehab Ruang kelas belajar (RKB) untuk sekolah sekolah yang ada di kabupaten Aceh Timur, karena tidak tertutup kemungkinan banyak sekolah sekolah lain yang seperti temuan di kecamatan Pantee Bidari. Tuturnya. (Nazaruddin)