PT Jaker Diduga Buang Limbah Cemari Lingkungan -->

Advertisement



PT Jaker Diduga Buang Limbah Cemari Lingkungan

SANGRAJAWALI
Saturday, November 14, 2020


KeizalinNews.com | Nganjuk - Lsm  Gerakan akti korupsi ( GAK ) RI menuding PT jaya kertas ( Jaker ) yang berlokasi di kertosono Kabupaten nganjuk . Jawa timur telah melakukan pelanggaran yakni dengan membuang limbah beracun B3 ke sungai klinter yang nelintasi tiga desa di kecamatan  kertosono.


Sementara warga tidak paham dengan limbah yang di buang pabrik .tampaknya ketidak tahuan warga ini dimanfaatkan oleh pihak pabrik .


Hal tersebut dikemukan oleh Sutomo dari lsm Gak kepada awak media ( 12 / 11 / 2020 ).menurut sutomo kejadian itu berawal dari hasil investigasi yang dilakukan oleh lsm Gak di dsn bogo . Desa .ngelawak .kecamatan kertosono. Kabupaten nganjuk.



Salah seorang warga terdampak suwarni ( 56 )  ketika ditemui awak media mengaku mendapatkan dana kompensasi dari pabrik tersebut, menurut suwarni dirinya tidak tahu kalau limbah yang dibuang tersebut mengandung racun. Diakuinya bahwa warga yang berada dialiran sungai klinter tersebut memang mandapatkan dana kompensasi , meski menggung bau yang amat menyengat di musim kemarau dan air sungai membuat kulit terasa gatal - gatal.


Sutomo merasa prihatin dengan hasil temuan tersebut. Rupanya dari pihak pabrik sangat diuntungkan dengan ketidak tahuan warga " seharusnya PT jaker harus bertanggung jawab serta paham aturan terhadap limbah B3 itu dan tidak membuangnya secara sembarangan je sungai sehingga bisa menimbulkan kerusakan sistem air tanah " katanya


Sementara lsm Gak di nganjuk dengan masyarakat yang peduli lingkungan akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup ( DLH ) dan  DLH provinsi Jawa timur serta tipiter Polres nganjuk agar pembuang limbah ditindak lanjuti secara tegas..


"Kami akan kawal sesuai dengan hukum terhadap pembuang limbah karena dampaknya lingkungan termasuk air sungai fatal sekali sebab air sungai merupakan sumber air warga didamping itu , tempat pembuangan limbah sangat dekat dengan pemukiman warga " imbuh sutomo. (Mukti Abadi)