Proyek Pembangunan Drainase di Desa Karang Patri, Terindikasi Tidak Jelas -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Proyek Pembangunan Drainase di Desa Karang Patri, Terindikasi Tidak Jelas

Redaksi
Saturday, November 28, 2020


KeizalinNews.com | Bekasi - Kegiatan pembangunan saluran air (drainase) di jalan Lembang Desa Karang Patri, kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terindikasi tidak jelas.


Pasalnya, dengan tidak adanya papan informasi sudah melanggar Undang-undang RI nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dimana pihak rekanan atau pelaksana wajib memasang papan informasi proyek.


Ketika awak media dan team investigasi DPN LSM- KAMPAK-RI mendatangi kegiatan saluran air tersebut, di kerjakan dengan keadan air banjir dan tidak dilakukan pengeringan terlebih dahulu ketinggian hanya 70 cm.


Nampak terlihat jelas pada saat pemasangan batu hanya dipendam ditata dan menuangkan adukan yang bercapur air dan lumpur sehinga kwalitas tidak akan kuat lama.



Ketika team bertanya kepada si pekerja tekait kegiatan tersebut, ketinggian 100 cm ditambah sepatu 40 cm dan ketika ditanya lagi tekait papan proyek dan mengapa kegiatan dikerjakan dengan keadan banjir dan tidak dilakukan pengeringan.


"Kalau papan proyek kaga ada, saya mah tidak tahu bang. Coba tanya ke bang bahyudin aja saya cuma pekerja," ucap Pekerja, Jumat (27/11/2020).


Yusup Supriatna ketua divisi Dpn LSM KAMPAK-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia) angkat bicara diduga proyek dranase sudah melenceng dari speck dan RAB pada saat pemasangan batu kondisinya dalam keadaan banjir.


"Saya meminta agar konsultan harus berperan aktif saat proses kegiatan berlangsung, dan menegur kontraktor pelaksana yang bekerja sesukahatinya," tegas Yusuf.


"Dan bahan material menggunakan pasir urug yang kwalitasnya kurang bagus, hanya ingin mempermudah dan mencari keuntugan besar," tandas Yusuf. (Teger BK)