Kapolda Jawa Timur Ingatkan Anggota Tidak Boleh Ikut Politik Praktis -->

Advertisement




Kapolda Jawa Timur Ingatkan Anggota Tidak Boleh Ikut Politik Praktis

SANGRAJAWALI
Thursday, November 12, 2020


KeizalinNews.com | Lamongan - Kapolda jawa timur. Irjen Pol. Dr .Mohammad fadil Imran, Msi , bersama pejabat utama ( PJU ) polda jatim serta di dampingi Kabid Humas.polda jatim. Kombes pol. Trunoyudo wisnu andiko .Melakukan kujungan kerja ( kunker ) ke polres lamongan (11/11/ 2020).


Hadir pula dalam kesempatan tersebut Pangdam V brawijaya . Mayjen TNI .Suharyanto, Pangarmada II .Laks. I .N .G . Sudihartawan serta kapolsek dan koramil se Kabupaten lamongan.


Kehadiran Kapolda dan  Pangdam V Brawijaya ke ke. Lamongan , memantau kodisi pandemii covid 19 selain itu jugaal mellihat serta pengecekan pasukan  jelang pilkada serentak tahun 2020 secara langsung baik anggta Babinkamtibmas maupun babinsa.



Selain melihat kesiapan anggota anggota secara langsung Kapolda jawa timur melakukan video teloconfrence bersana jajaran anggota Babinkamtibmas / Babinsa serta jajaran polres. Selain itu kapolda jatim, meminta agar seluruh anggota segera mendeteksi sehak dini potensi  - potensi jerawaban jelang pilkada serentak di jawa timur ; selain itu  sinergitas TNI / POLRI  harus selalu beriringan untuk pengamanan dan jangan anggota ikut dalam partai praktis saat pilkada berlangsung.


" jelang pilkada seluruh anggota harus siap menjaga keamanan dan jangan sampai saat pilkada serentak anggota menhadi bagian politik praktis, kita harus jaga betul netralitas TNI / POLRI " ujar M. Fadil Imran.


Dikesempatan yang sama . Pangdam V Brawijaya.Mayjen TNI .Suharyanto saat melakujan kunjungan ke Polres Lamongan  mengatakan bahwa dirinya juga menekan kan kepada anggota untuk menjaga netralitas saat pilkada berlangsung.


" saya minta kepada seluruh jajaran baik di Kodim maupun Koramil untuk menjaga netralitas saat pilkada jangan sampai anggota ikut mengisi bagian  dari konstesran politik piljada serentak yang akan berlangsung  9 desember 2020. " katanya. (Mukti Abadi)