Dana BUMDesa Tahalupu Diduga di Selewengkan -->

Advertisement

SELAMAT DATANG DI WWW.KEIZALINNEWS.COM INSPIRASI RAKYAT INDONESIA

Dana BUMDesa Tahalupu Diduga di Selewengkan

Redaksi
Tuesday, November 24, 2020

Foto: Ilustrasi


KeizalinNews.com | Maluku - Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tahalupu Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2019 diduga diselewengkan oleh pengurus Bumdes setempat.


Dana ratusan juta itu diduga disalahgunakan oleh pengurus Bumdes di bawah kendali Hasim Dokolamo,dan Amir Dokolamo menjabat sebagai penjabat kepala desa Tahalupu.Hingga sampai saat ini belum diketahui pengelolaan dan peruntukannya.


Salah satu warga desa Tahalupu yang enggan namanya dipublikasikan mempertanyakan kemana anggaran ratusan juta milik Bumdes Tupele Jaya diperuntukan, padahal anggarannya dibilang cukup besar namun tidak ada asas manfaat dari dana Bumdes itu sendiri.


Selaku warga desa Tahalupu, saya meminta kejelasan terkait keberadaan anggaran Bumdes yang dikelola dibawa kendali Hasim Dokolamo dan penjabat desa Amir Dokolamo dengan nominal yang disediakan oleh desa sejumlah Rp 386, 840,958." pintanya.


Dikatakannya, dari sekian banyak anggaran itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan Bumdes.Untuk itu saya mintakan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu segera dikembalikan, dan diniai tata kelola keuangan selama ini tidak tertib admistrasi serta pemanfaatannya nihil, ini patut dipertanyakan.


“Dari besaran anggaran Rp 386 juta lebih itu tidak jelas pengelolaan dan peruntukannya,dan sampai saat ini tidak ada bukti dari pengelolaan dana Bumdes tersebut" ujarnya.


Ia menambahkan, dana Bumdes sudah ditransfer langsung ke rekening Bumdes, hal itu disampaikan bendahara desa saat rapat umum masyarakat dengan pemerintah desa Tahalupu, 


Untuk itu kami mintakan Penjabat desa Tahalupu dan Ketua Bumdes Tupele Jaya, agar terbuka dan transparan kepada masyarakat Tahalupu kemana anggaran ratusan juta itu diperuntukan,itu yang sangat diharapkan agar masyarakat tahu pengelolaan dana Bumdes ratusan juta tersebut" harapnya. (Ge Kakisina)