PT. KALISTA ALAM "MENYEROBOT" TANAH MILIK MASYARAKAT KRUENG SEUMANYAM KABUPATEN NAGAN RAYA -->

Advertisement



PT. KALISTA ALAM "MENYEROBOT" TANAH MILIK MASYARAKAT KRUENG SEUMANYAM KABUPATEN NAGAN RAYA

SANGRAJAWALI
Wednesday, October 28, 2020


KeizalinNews.com | Nagan Raya - PT. Kalista Alam menyerobotan lahan perkebunan milik warga, Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya ini merampas hak milik warga Krueng Semanyam pada tahun 1990.


Salah satu tokoh masyarakat IZ yang berada didaerah tersebut menyatakan keluhannya kepada awak media," Semenjak tahun 1990 Pada masa itu sebelum pemekaran kabupaten Nagan Raya kami masih kabupaten Aceh Barat, tanah saya juga di ambil pada tahun 1990, kami masyarakat desa Krueng semanyam sudah melarang kepada PT. Kalista Alam untuk tidak mengambil lahan milik kami," sebutnya.


"Bahkan kami sebelumnya sudah meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan pelarangan kepada PT. kalista Alam untuk tidak menguasai ataupun melakukan aktifitas dilahan yang masih dalam sengketa dengan warga krueng semanyam, tetapi sampai saat ini mereka masih menguasai dan beraktifitas di lahan tersebut, bahkan yang lebih mirisnya lagi larangan Bupati yang menjabat pada masa itu, tidak di indahkan," ujar tokoh masyarakat.





Sempat juga lanjut IZ," Beberapa tokoh-tokoh masyarakat meminta kepada  LSM TOPAN-RI Provinsi Aceh, masalah penyerobotan tanah kami tersebut agar dapat di selesaikan dan didampingi agar tegaknya supremasi hukum dan keadilan," keluh IZ.




Masyarakat sangat berharap agar tanah yang dikuasai oleh PT. Kalista Alam segera di kembalikan kepada kami agar kami bisa mengais rezeki lagi dilahan yang dulunya adalah milik masyarakat Krueng Semanyam, Ada beberapa tokoh menjelaskan awal dari PT. Kalista Alam melakukan penyerobotan lahan secara paksa di tahun 1990.


"PT. Kalista Alam merampas hak milik warga krueng semanyam dengan cara kotor, menakut-nakuti masyarakat dengan cara mengirim aparat keamanan dari Danramil Darul Makmur dan Camat, aparat keamanan dari pihak TNI tersebut adalah orang suruhan PT. Kalista Alam tersebut dengan cara melepaskan tembakan dan menggusur rumah dan tanah kami.


Mau atau tidak mau tanah kami tetap akan di ambil paksa oleh PT. Kalista Alam dan kalau masyarakat tidak mau menjual pun tetap di ambil, apa bila masyarakat tidak melepaskan tanah, lahan tersebut, maka kami di anggap GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) atau pemberontak kata salah seorang anggota TNI yang berpangkat kapten dan sekaligus seorang Danramil yang bernama Salbaini dan camat waktu itu bernama Usman B, waktu itu banyak masyarakat Mengalami tindakan kekerasan dan ketakutan bahkan sampai mengungsi.


"setidaknya pada waktu itu  jumlah masyarakat yang ada 405 KK  dan tanah masyarakat yang semuanya ada sekitar 1500 H+_ dan sekarang sudah di kuasai oleh PT. Kalista Alam," ujarnya lagi.


"Dan setelah pemekaran kabupaten Nagan Raya kami  masyarakat bergegas meminta kepada Bupati masa itu yang menjabat DRS.H.T. ZULKARNAINI, di Daerah Nagan Raya pada tanggal,16 maret 2014 kami dari perwakilan masyarakat ada enam orang menemuinya dan kami meminta agar  tanah kami segera di kembalikan, berharap bisa ada penyelesaianya," ucapnya.




Bupati yang menjabat langsung menyurati intansi yang bersangkutan dan meminta melakukan penataan/pengukuran pada lahan HGU PT. Kalista Alam sesuai titik koordinat yang di tentukan dengan sah dan jelas, sekaligus membuat parit perbatasan dan menghentikan aktifitas lahan tersebut sebelum ada kejelasan batas antara perusahaan dengan Gampong Krueng Semanyam dan hasil penyelesaian di laporkan  kepada c/q bagian pemerintahan sekdakab Nagan Raya .


"Tetapi entah mengapa mandek tampa ada putusan dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah setempat, kami juga merasa bahwa masalah ini perlu diselesaikan di saat sekarang karena kami sudah lama kehilangan lahan tempat kami mencari napkah 

karna PT. Kalista Alam masih menggarap lahan Masyarakat sampai saat ini," paparnya.


Tetapi Masyarakat yang menggarap kenapa dilarang ujar tokoh -tokoh yang mewakili segenap masyarakat Krueng Semanyang yang bernama Ilyas ZA, M. Acek, M.Yatim dan M. Nasir juga Tr. Udin.S kalau ini tidak ada penyelesaian oleh  pemerintah maka  masalah ini   akan di wariskan sampai anak cucu kami ujarnya. (Indra G)