Oknum Polisi Diduga Dalangi Pemain Minyak Jerigen di SPBU Payo Atap -->

Advertisement



Oknum Polisi Diduga Dalangi Pemain Minyak Jerigen di SPBU Payo Atap

SANGRAJAWALI
Sunday, October 25, 2020


KeizalinNews.com | Pelalawan - Salah seorang oknum anggota kepolisian Polsek Kecamatan Pangkalan Lesung diduga sebagai dalang mafia pemain minyak jerigen di SPBU Payo Atap, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan-Riau.


Dugaan itu didasari dengan penemuan sebuah mobil Pickup Suzuki berwarna hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) BM 8271 CK, yang melintas di Jalan Lintas Bono, Simpang Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan-Riau, pada Jum'at (23/10/2020), sekira pukul 03.00 subuh.


Mobil Pickup itu bermuatan 50 jerigen ukuran 35 liter yang berisi penuh Bahan Bakar Minyak (BBM) minyak bersubsidi, yaitu Premium (bensin) dan akan di bawa oleh pemiliknya ke Tolam untuk dipasarkan kembali dengan jual eceran.



Bersama itu, awak media juga mendapati seorang wanita mengaku bernama Mega dan seorang pria yang merupakan supir mobil Pickup Suzuki tersebut. Mega ternyata mengaku sebagai pemilik BBM sebanyak 50 jerigen itu.


Pria yang mengendarai mobil Pickup Suzuki tersebut juga mengaku bahwa minyak tersebut milik kakaknya bernama Mega. Mereka mengambil minyak dari SPBU Payo Atap.


"Kami ngambil minyak di SPBU Payo Atap, sama pak Joni. Kakak (yang membeli minyak), saya ini supir," ucapnya.


Ketika ditanya bagaimana cara memperoleh BBM itu dari oknum Polisi bernama Joni, sang supir menjawab, "Ya kami beli lah pak".


Selain itu, sang supir juga mengaku bahwa minyak itu setengahnya masih di Bon dengan Joni. Sisanya akan dilunasi setelah dijual di Desa Tolam.

Sementara itu, Mega si pemilik minyak mengaku bahwa udah biasa mereka mengambil minyak di SPBU Payu Atap dengan Joni yang merupakan seorang oknum anggota kepolisian.


"Belinya di Payo Atap sama pak Joni. Harganya 11 jutaan (50 jerigen). Ini untuk jual di warung. Sudah biasa sama pak Joni, dia Polisi di Pangkalan Lesung," ungkap Mega dengan gamblang kepada wartawan.


Mega juga sempat beberapa kali mencoba menghubungi Joni namun tidak diangkat.


Di sisi lain, dari hasil penelusuran awak media, diperoleh informasi bahwa hanya satu orang polisi bernama Joni berpangkat Bripka sebagai anggota polisi bagian shabara yang bertugas di Polsek Pangkalan Lesung. 


Jum'at siang, salah seorang wartawan berhasil menghubungi Bripka Joni melalui via telepon genggam, walaupun beberapa kali sebelumnya tidak dijawab.


Melalui via telepon itu, Bripka Joni membantah bahwa dirinya tidak bermain minyak. Anehnya, ia tidak membantah mengenal Mega dan menurut perasaannya ia tidak pernah bermain minyak, namun dia ada (pengamanan/PAM) di SPBU Payo Atap itu. 


Di waktu terpisah, Sabtu (24/10/2020), wartawan media PUTRA POS juga mencoba melakukan konfirmasi Bripka Joni  terkait temuan minyak itu melalui via WhatsApp.


"Saya sekarang lagi di rumah sakit jenguk orang tua saya sakit, jadi saya mohon waktu sampai hari Senin baru kita jumpa ya. Mohon pengertiannya dulu," jawabnya singkat. (Tim)