M. Nasir Anggota DPRD dari Partai Golkar Pertanyakan APBD Kab. Banyuasin Tahun 2020 Senilai Rp.1,1 Triliun Belum Terserap -->

Advertisement



M. Nasir Anggota DPRD dari Partai Golkar Pertanyakan APBD Kab. Banyuasin Tahun 2020 Senilai Rp.1,1 Triliun Belum Terserap

SANGRAJAWALI
Sunday, October 25, 2020


KeizalinNews.com | Banyuasin - SERAPAN anggaran yang dinilai masih rendah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin diminta bergerak cepat dalam merealisasikan penggunaan dana APBD tahun 2020 yang sisanya cukup besar hingga mencapai Rp1,1 Triliun. Soalnya, hal tersebut membuat kekhawatiran Anggota DPRD Banyuasin.


M. Nasir salah satu anggota DPRD dari Partai Golkar saat konferensi pers dengan para awak media, Senin kemarin (19/10) menjelaskan berdasarkan data yang dia punya, masih ada tersisa penggunaan dana APBD (APBD-P) Perubahan tahun 2020 yang nilainya terlalu besar dengan sisa waktu tahun anggaran yang tinggal dua bulan lagi.


Makanya dia meminta, Pemkab Banyuasin harus fokus melaksanakan program kerja yang telah direncanakan. Jelas ini jadi pertanyaan karena dalam waktu singkat apakah mungkin bisa terserap sisa anggaran sebesar itu.


“APBD Banyuasin tahun 2020 sebesar Rp2,4 Triliun, untuk APBD Induk terserap Rp1,3 triliun, tersisa Perubahan Rp1,1 triliun, apakah mungkin bisa terserap,” ujarnya dengan serius.


Selain mengingatkan instansi-instansi Pemkab Banyuasin sebagai pengguna anggaran untuk mempercepat penggunaan anggaran, dia minta kepada teman-teman media nanti ya tolong dipertanyakan kepada Kepala Bappeda kita, terkait pola serapan anggaran yang ada di Kabupaten Banyuasin,” pintanya..


Sebagai contoh, kata Nasir, kita punya anggaran untuk belanja barang jasa nilainya Rp 708 miliar, baru terealisasi Rp289 miliar di awal September atau akhir Agustus yang lalu. “Nah itu kan ada kurang lebih Rp 400 miliar yang belum terserap. Lalu di anggaran belanja modal, nilai mereka pada saat kita revisi anggaran di APBD Perubahan Rp 416, 619 miliar dan baru terealisasi Rp 181 miliar,” imbuh dia.


Politisi muda ini menambahkan, belum lagi yang belanja tidak langsung. Katakanlah kalau belanja pegawai secara otomatis akan berjalan seperti biasanya. Namun yang perlu digaris bawahi terkait dua jenis belanja, yang termasuk dalam belanja langsung. Yaitu belanja barang jasa dan belanja modal.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuasin H Askolani kaget dengan nilai APBD tahun 2020 yang belum terserap. “Anggaran kita targetkan selesai oleh batas waktu yang ditentukan undang-undang. Kita sekarang kerjakan itu sebenarnya. Yang masih ini kan bantuan dari Gubernur tapi sesuai dengan target lah,” ucapnya.


“Insya Allah kita maksimalkan secara teknis dan semua kita sudah sudah ditender semua kalau untuk APBD 2020 perubahan yang baru-baru ini tidak banyak lagi tidak sampai triliunan,” ujar Askolani. (Rn)