LAUNCHING, Lanjutan Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin Oleh Gubernur Sumatera Selatan -->

Advertisement


 

LAUNCHING, Lanjutan Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin Oleh Gubernur Sumatera Selatan

SANGRAJAWALI
Sunday, October 04, 2020

Jembatan yang sudah habiskan dana Rp 74.201.967.000 Pekerjaan suda 5 tahun mangkrak


KeizalinNews.com | Banyuasin - Pembangunan Jembatan Rantau Bayur bertempat di Dusun 3 Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan untuk kedua kalinya diresmikan dengan kategori yang sama Launching pembangunan pancang tiang jembatan pertama diresmikan oleh Bupati Banyuasin Ir. H. Amiruddin Inoed   pada tanggal 11 April 2013 tujuh tahun silam.


Pembangunan Jembatan Rantau Bayur yang berlokasi di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur resmi dilanjutkan.


Acara Ground Breaking pembangunan lanjutan jembatan yang akan menghubungkan Kabupaten Banyuasin dan kabupaten muara enim tersebut di launching oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Bupati Banyuasin H Askolani, Sabtu, (03/10/2020).


Jembatan ini pertama kali dibangun di era Bupati H. Amiruddin Inoed. Tapi, karena terkendala anggaran jembatan tersebut sempat terhenti pembangunannya. dan alhamdulillah, di era Bupati H. Askolani jembatan ini kembali dilanjutkan.


Ini semua tidak lepas dari kegigihan, Sang Bupati Inovatif H. Askolani yang tidak mengenal lelah untuk menyakinkan Presiden dalam hal ini Menteri PUPR dan Gubernur Sumsel H. Herman Deru bahwa jembatan ini sangat strategis untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat tidak hanya Banyuasin tetapi Sumsel, dan juga bisa mengatasi kemacetan jalan lintas Sumatera.


”Ayo kita dukung lanjutan pembangunan jembatan Rantau Bayur ini, dengan cara membuat para pekerja nyaman dan aman sehingga pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” pungkas Gubernur.


Kali ini untuk yang kedua kalinya tepatnya hari Sabtu, tanggal 03 Oktober 2020 LAUNCHING, Lanjutan Pembangunan Jembatan RB-ME yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Banyuasin H. Askolani, ” Muda-mudahan ketika ada acara peresmian di dalam pembangunan jembatan ini peresmiannya tidak lagi pancang tiang dan bangunan namun peresmian jembatan sudah dapat dilalui atau dipakai oleh warga masyarakat sekitar tersambung lah antara Kab, Banyuasin dan Muara Enim.


Mengingat masa lalu Bupati Banyuasin Ir. H. Amiruddin Inoed Mengatakan, pembangunan jembatan ini di tafsir menghabiskan dana sekitar Rp 167 miliar.


“Untuk pembangunan jembatan ini sendiri kita mengestimasikan anggaran sebesar Rp 167 miliar, dengan panjang 570 meter ruang bebas vertikal 13 meter, dan luas horizontal 50 meter.


Ditambah kan lagi Oleh Kepala Dinas pada saat itu PU BM Kabupaten Banyuasin  Ir. Syahrial, “Kenapa kita mengatakan mengestimasikan.?? Karena kita tidak tahu biaya kedepan bahan-bahan seperti besi, semen dan lain-lain akan naik ataukah menurun,”kalau pembangunan jembatan itu ditargetkan selesai dalam tiga tahun.


“Kita usahakan pembangunan ini selesai tiga tahun. Selama tiga tahun kedepan kita akan mengajarkan 50 miliar dari dana APBD, sementara sisanya kita akan minta bantuan dari Kementerian dan Gubernur., jelas Ir Syahrial,(11/04/2013).


Hal ini sangat disayangkan warga Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin. Ujang (60) jelasnya” padahal jembatan ini bertahun-tahun dinantikan masyarakat Kecamatan Rantau Bayur mengingat jembatan tersebut sebagai icon transportasi antar dua Kabupaten Banyuasin dan Kab, Muara Enim Sumatera Selatan. namun pembangunannya terbengkalai seperti demikian,jelas toko pemuda di kecamatan rantau bayur itu keluh kan pada wartawan.(22/04/2020).


Seperti diketahui Pembangunan Jembatan di Tahun 2013 Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Kec Rantau Bayur Rp 6000.000.000,00  27/12/2012, 15/01/2013, 30/01/2013, 15/12/2013 103.02 PUBM.


Tahun 2014 Pembangunan Jambatan Rantau Bayur Kec Rantau Bayur (tahap ll) oleh PT Karya Maju Utama, Rp 30.426.277.000,00 dan Pembangunan jambatan, Pendekar jambatan Rantau Bayur Kec Rantau Bayur PT Sekawan Maju Bersama Rp15.088.154.000,00.

Tahun 2015 Nomor 25.3/KPTS/PU BM/2015 Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Kec Rantau Bayur (Tahap lll-b) Rp.17,494.566.000,00 Pembangunan Kepala Jembatan (Abubment) Jembatan Rantau Bayur Kec Rantau Bayur (Tahap lll-b) Rp 5.192.970.000,00.


Total Dana 6.000.000.000 + 30.426.277.000 + 15.088.154.000 + 17.494.566.000 + 5.192.970.000 Rp74.201.967.000,00 dengan kondisi pembangunan Jembatan lebih kurang hanya ± 30% saja.


Pekerjaan Jembatan yang berada di Pengumbuk Kecamatan Rantau Bayur itu sudah lima tahun ini mangkrak 2016, 2017, dan 2018, 2019 dan 2020 dari desas,desus kabar burung (rumor) anggaran untuk tahun 2018 untuk pembangunan Jembatan Pengumbuk dianggarkan, senilai Rp : 27.Miliar.


Namun yang diberikan pada kontraktor hanya 1/3 dari 27.M itu ± Rp 8.M dengan alasan Loyalitas rekanan dalam mendukung pilkada serentak secara sah proyek pembangunannya senilai Rp.27.M dengan rincian dan kapasitas pengerjaannya, sesuai dengan nilai kontrak Rp 27.M, namun uang yang dibayarkan hanya 1/3 dari nilai Kontrak Rp 27.M. Rp 27.M – 1/3 : Rp.9.M, Itu artinya hanya Rp.9.Miliar Saja, lalu sisanya Rp.18.Miliar Nya”. Untuk jata PREMAN alkisa mengatakan modus lama gaya baru.


Maka dari itu pembangunan jembatan tersebut selama lima tahun tertunda pembangunannya karena kontraktor tidak menyanggupi kontrak kerja yang seperti ini,sempat terngiang alih-alih loyalitas rekanan dalam mendukung suksesnya pilkada serentak di Kabupaten Banyuasin Sumsel.


Manfaatkan momen pilkada untuk melakukan KKN sungguh luar biasa bijaksana untuk melakukan kejahatan yang membuat kemiskinan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Banyuasin Sumsel. siapa yang peduli masalah ini, ungkapnya.


Ada puluhan desa di Kecamatan Rantau Bayur ini merasa terisolir. itu karena tidak adanya akses transportasi jembatan penghubung dari dua tepi sungai musi yang membelah Kecamatan rantau bayur menjadi dua bagian sehingga warga seberang seperti dianaktirikan karena sulitnya akses, untuk menyeberang saja warga mesti menggunakan perahu ketek jelasnya.


Padahal Kecamatan Rantau Bayur termasuk kecamatan yang cukup dekat dengan ibu kota pangkalan balai. namun seperti inilah faktanya, sudah tiga kali ganti Bupati sedikitpun tidak tersentuh pembangunan,tutup Ujang pada media Keizalinnews.com.


” MBM diwakili Peli Yadi, mengatakan adanya potensi tindak pidana korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) untuk dugaan sementara ini pelaku rasuah tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Diketahui, Pemkab Banyuasin mencanangkan beberapa proyek strategis diantaranya adalah pembangunan Jembatan Rantau Bayur Muara Enim yang kemudian disebut dengan Jembatan penghubung dua Kabupaten Banyuasin dan Kab, Muara Enim (RB-ME).


Pada pertengahan 2020 diduga PPK PUTR Kab, Banyuasin Sumsel Sdr: Edi Sarwono, mengadakan pertemuan di Jakarta dengan pihak perusahaan dan beberapa pihak Lainnya.


Dalam pertemuan terselubung itu, PPK memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan “engineer’s estimate” kepada pihak perusahaan.


Lalu jelas sekjen Ormas MBM itu, kantor layanan pengadaan barang dan jasa kabupaten banyuasin mengumumkan lelang pembangunan jembatan RB-ME, tahun anggaran 2020 dengan ruang lingkup pekerjaan : Jalan menuju Jembatan, Pondasi jembatan, Badan Jembatan, Rangka atas jembatan dll, Lelang itu dimenangkan oleh PT. KARYA SUMBER, KSO.


Pada Oktober 2020, ditandatangani kontrak pembangunan jembatan rantau bayur muara enim tahun anggaran 2020 dengan nilai Rp.84.681.714.665,00  memakai anggaran dana bantuan dari provinsi sumatera selatan (Bangub) dengan ruang lingkup pekerjaan, jalan menuju jembatan, pondasi jembatan, bagian jembatan, rangka atas jembatan dan masa pelaksanaan selama 90 hari.


Setelah kontrak tersebut, PPK meminta pembuatan “engineer’s estimate” pembangunan jembatan RB-ME tahun anggaran 2020 kepada konsultan dan kontraktor meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan.


Masyarakat Banyuasin Menggugat (MBM) menduga kerja sama antara PPK dan kontraktor terkait penetapan harga perkiraan sendiri ini sudah terjadi dengan tahun jamak. Berikutnya sampai pelaksanaan pembangunan jembatan RB-ME dibiayai APBD Perubahan Provinsi Sumsel Tahun 2020.


Atas perbuatan itu, PPK Sdr Edi Sarwono diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp1 miliar atas tindakan yang dapat dikategorikan kolusi, serta pengaturan tender yang melanggar hukum yang dilakukan oleh PPK pembangunan jembatan RB-ME.


" Dalam proyek ini ditafsirkan terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp.15 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan RB-ME dengan tahun jamak anggaran tahun 2020 total Rp.84.681.714.665,00 miliar.


Menurut Pasal 1 angka (14) PMK 740/1989 disebutkan bahwa KSO adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk bersama-sama melakukan kegiatan usaha guna mencapai suatu tujuan tertentu.


Dalam Angka 11 Bab I.IV Permen BUMN 13/2014, KSO diartikan sebagai dengan prinsip bagi hasil yang saling menguntungkan antara BUMN dengan mitra kerjasama, dimana BUMN ikut terlibat dalam manajemen pengelolaan.


Sementara itu, berdasarkan Surat DJP 323/1989, kerjasama operasional disebut sebagai Joint Operation, yaitu perkumpulan dua badan atau lebih yang bergabung untuk menyelesaikan suatu proyek. Penggabungan tersebut bersifat sementara hingga proyek selesai.


Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian KSO dalam proyek adalah kerjasama yang menguntungkan yang terjalin antara dua pihak atau lebih untuk bersama-sama mengerjakan sebuah proyek. Kerjasama atau penggabungan tersebut sifatnya hanya sementara, setidaknya hingga proyek tersebut selesai. (Rn)