Harga Karet Sumsel Terus Meroket, Akibat Thailand Sedang La Nina -->

Advertisement



Harga Karet Sumsel Terus Meroket, Akibat Thailand Sedang La Nina

SANGRAJAWALI
Thursday, October 29, 2020

Ilustrasi petani sedang memanen karet (foto: shutterstock)

KeizalinNews.com | Banyuasin - Pada awal pekan ini, harga karet alam Sumatera Selatan terus meroket naik. Harga ini diperkirakan akan terus membaik sampai dengan akhir tahun nanti seperti harga karet di tengkolak untuk minggu ini tembus karet kering 40% di angka Rp.9.500 (sembilan ribu lima ratus rupia) setiap kilogramnya.


" Menurut Herman pembeli karet (Toke Karet) di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kab, Banyuasin Sumsel mengatakan mungkin harga karet kite ini minggu depan naik lagi pacak di angko rp.10.000, an jelasnya (29/10/2020).


Ditafsirkan harga karet akan terus naik salah satu faktor pendukung kenaikan harga karet di Sumatera Selatan ialah iklim La Nina yang tengah menyerang Thailand.


Sebagai negara yang dikenal juga sebagai produsen karet alam, Thailand atau Vietnam tengah dipengaruhi oleh La Nina yang cukup moderat.


Akibatnya, produksi dari karet alam dan kopi di negara tersebut tengah mengalami penurunan.


“Faktor cuaca tersebut berdampak pada penurunan ekspor karet dan biji kopi yang dihasilkan,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, Selasa (27/10/2020).


Dinas Perkebunan Sumatera Selatan mencatat harga karet dengan kualitas kadar karet kering 100% seharga Rp 21.492/kg, kadar karet kering 70% sebesar Rp15.044/kg, sedangkan karet kering 60% dinilai Rp12.895/kg, karet kering 50% sebesar Rp10.746/kg serta karet kering 40% seharga Rp8.597/kg.


Harga ini naik Rp 936/kg dibandingkan harga indikasi karet pada Senin, 26 Oktober 2020 pada karet kadar 100%. (Rn)