Warga Sakti Merayakan Acara Khanduri Blang -->

Advertisement


 

Warga Sakti Merayakan Acara Khanduri Blang

SANGRAJAWALI
Friday, September 25, 2020

 

KeizalinNews.com | Pidie - "Khanduri Blang" bermakna "Kenduri Sawah" yaitu acara syukuran disertai doa dan makan bersama yang dilaksanakan oleh para petani ketika musim tanam dimulai.

Dan hadir juga mantan camat sakti pak dudan camat teladan kabupaten pidie,di acara Khanduri Blang hari Kamis 24 september 2020 wilayah satu empat kemukiman dalam kecamatan sakti.merasa senang dan di hargai bisa berada  bersama di teungah masyarakat.28 desa memasak bersama.28 beulangoeng kari kerboe.sungguh indah semoga silaturrahmi tetap terjaga muspika sakti tokoh masyarakat  dalam kecamatan sakti kompak selalu pang Ulee buet ibadat pang Ulee harkat megoe tutur Nurmasyitah S.Ag camat Sakti.

Aceh yang dikenal sebagai masyarakat yang majemuk dalam berbagai multi dimensi kaya akan adat dan budaya serta kearifan local lainnya.

Keanekaragaman budaya dan kebiasaan tersebut masih dilakukan turun temurun sampai sekarang.

Bahkan generasi muda sekarang tidak mengetahui sejak kapan kebiasaan itu dimulai. Salah satu kearifan local Aceh yang masih eksis hingga sekarang adalah pelaksanaan keunduri blang (kenduri turun sawah). Acara keunduri blang biasanya dilakukan menjelang turun ke sawah.

Semua masyarakat yang memiliki sawah dan hendak menanam padi, terlebih dahulu berpartisipasi untuk mengadakan acara keunduri. Keikutsertaan masyarakat ini didasarkan atas perintah dari keujruen blang (lembaga adat aceh yang khusus mengurusi di bidang persawahan).

Keujruen blang sebagai ketua di bidang persawahan akan memberikan aba-aba dua minggu menjelang para petani turun ke sawah. Perintah keujruen blang sangat disegani dan dipatuhi oleh petani setempat. Karena pada saat penanaman padi, gotong royong di sawah, aliran air dan lain sebagainya perlu bermusyawarah dengan keujruen blang.

Keunduri yang dilaksanakan menjelang turun ke sawah yang disertai dengan doa-doa bertujuan supaya padi petani bebas dari penyakit dan hama yang membahayakan tanaman.

Seluruh masyarakat gampong dan petani serta warga gampong sekitarnya diundang untuk menikmati keunduri secara bersama-sama. Jumlah masyarakat yang diundang sesuai dengan jumlah makanan yang tersedia. 

Tujuan lainnya yang ingin diwujudkan melalui acara keunduri blang adalah supaya terbangun silaturahmi yang harmonis antara warga masyarakat. barangkali di antara mereka jarang berjumpa, dengan adanya acara tersebut di antara masyarakat Gampong saling bertegur sapa.

Nilai lain yang terkandung adalah sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas rezki yang telah diberikan oleh Allah.

Acara keunduri tersebut tidak ada paksaan dari keujruen blang. Bahkan masyarakat yang bukan petani yang hendak ingin melaksanakan keunduri juga diperbolehkan. karena hal ini merupakan salah satu bentuk masyarakat terhadap rizki yang dikaruniai oleh Allah. (Muntadir)