Warga di Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin, Berharap Program OPLA Direalisasikan -->

Advertisement


 

Warga di Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin, Berharap Program OPLA Direalisasikan

SANGRAJAWALI
Sunday, July 12, 2020


KeizalinNews.com | Banyuasin - Para petani di bantaran sungai Musi Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin, berharap program OPLA direalisasikan selambat lambatnya di tahun 2021 rencana program OPLA (Optimasi lahan) di Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan terialisasi.

Bupati Banyuasin H. Askolani Jasi dalam sambutan Nya meminta kepada kementan agar dapat membantu untuk mewujudkan program OPLA di Kecamatan Rantau Bayur pada tahun 2020 ini.

Selain itu H. Askolani Jasi, juga menyampaikan bahwa para petani di bantaran sungai musi Kecamatan Rantau Bayur sangat membutuhkan bantuan bibit padi, dikarenakan banjir yang menenggelamkan padi para petani,maka petani terpaksa telat masa tanam sebab sisa padi pasca banjir tidak bagus lagi untuk ditanam.

Menanggapi hal tersebut agus, dirjen kementan RI menyampaikan kepada masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Untuk program OPLA (Optimasi lahan)  di kecamatan rantau bayur akan direalisasikan di tahun 2021 dan untuk sementara pihak nya ingin melihat sejauh mana keseriusan masyarakat terkait program ini.


Kami akan  pinjam-pakaikan alat excavator guna untuk pembuatan tanggul. Arti nya semua tetap di bawah kendali dinas provinsi, dan untuk biaya operator dan bahan bakar itu  diambil dari dana desa (DD).

Mungkin dengan program OPLA ini jelas Ujang Warga Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin meminta kepada pemerinta Kab, Banyuasin Sumsel, beberapa waktu lalu pemerintah Kab, Banyuasin dapat mewujudkan pertanian secara berkeadilan bukan untuk hanya kebohongan seharusnya pemerintah daerah Bupati Banyuasin itu dari dulu memperhatikan hak-hak petani dengan cara selalu blusukan turun kelapangan.

Langsung lihat apa permasalahan kami (petani) ini dan mencari solusi atas masalah yang sedang masyarakat hadapi (manipulasi data capaian penyesatan) bukannya..!!!! sengaja bantuan pertanian di tilap (KKN) dengan tujuan lahan pertanian kami terbengkalai lalu lahan pertanian tersebut gampang terjual (Perusahaan) Kapitalis.

Lahan tidur di dusun 1 desa tebing abang Kec, Rantau Bayur Kab, Banyuasin Sumsel seluas 1200 hektar.

Sesuai dengan Amanat Undang-Undang Republik Indonesia Dalam sila kelima Pancasila dan pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, secara jelas dinyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan, UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Seperti halnya di tahun ini 2020 Kabupaten Banyuasin Sumsel dinyatakan penyumbang ke 4 terbesar se indonesia kami sebagai masyarakat Kab, Banyuasin merasa tidak meyakini atas data yang ada di pemerintahan daerah sampai ke pusat nagara kenapa saya bilang seperti ini menurut hasil rekam jejak di lapangan legal audit.

Kabupaten yang dipimpin Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet dengan program SERASI ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton.

Padahal tahun 2020 di Kab, Banyuasin tiga (3) Kecamatan yang biasanya terkenal lumbung pangan andalan yang menghasilkan produk tanaman padi, jagung dan kacang terbesar, di Kab, Banyuasin Kec, Rantau Bayur, Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penuguan dinyatakan gagal panen totol dengan hama wereng dan kresek, saya rasa hal yang mustahil Kabupaten Banyuasin menjadi kiblat Nasional yang disuarakan orang2 atau dan banyak media massa yang memihak pemerintah tegasnya.

Hal ini dilakukan untuk menambah produksi beras Banyuasin yang saat ini sebagai Produsen beras Terbesar Nomor 4 di Indonesia dengan total produksi 519.684 ton/tahun berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Karena dengan terwujudnya program OPLA (Optimasi lahan) para petani  akan menambah penghasilan sehingga dapat mewujudkan program Bupati Banyuasin yakni "Petani Bangkit"

Untuk menindaklanjuti usulan lahan seluas  10.845 Hk dari 14 desa yang telah menyelesaikan pemberkasan Dirjen Kementan RI tinjau langsung ke lokasi yang bertempat di desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, Sabtu (11/07/20).


Tampak hadir dalam acara tersebut, dirjen kementan RI dan rombongan, Bupati Banyuasin, Dinas Pertanian Banyuasin, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan,14 Kepala desa di Kecamatan Rantau Bayur dan petani di Kecamatan Rantau Bayur.

Anda jual kami beli" ujar dia.
Di tambahkannya, "Untuk bibit padi:
Saya tahu bahwa stock di Provinsi masih ada" jelasnya. (Rn)