Kab. Banyuasin Diminta Pembangunan Pertanian Secara Berkeadilan Bukan Hanya Kebohongan -->

Advertisement


 

Kab. Banyuasin Diminta Pembangunan Pertanian Secara Berkeadilan Bukan Hanya Kebohongan

SANGRAJAWALI
Tuesday, July 07, 2020

Wabup Slamet Tabur Benih Perdana Desa Sejagung

KeizalinNews.com | Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan selalu mencari inovasi-inovasi baru dalam mengelola lahan pertanian. Salah satunya dengan mencanangkan optimalisasi lahan kosong yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Ujang Warga Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin meminta kepada pemerinta kab, banyuasin Sumsel, Pembangunan Pertanian Secara Berkeadilan Bukan Untuk Hanya Kebohongan Seharusnya Pemerintah Daerah Bupati Banyuasin itu turun kelapangan langsung lihat apa permasalahan kami (petani) ini dan mencari solusi atas masalah yang sedang masyarakat hadapi (manipulasi data capaian penyesatan) bukanya sengaja bantuan pertanian di tilap (KKN) dengan tujuan lahan pertanian kami terbengkalai lalu lahan pertanian tersebut gampang terjual (Perusahaan) Kapitalis.

Lahan tidur di dusun 1 desa tebing abang Kec, Rantau Bayur Kab, Banyuasin Sumsel seluas 1200 hektar.

Sesuai dengan Amanat Undang-Undang Republik Indonesia Dalam sila kelima Pancasila dan pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, secara jelas dinyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan, UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.


Seperti halnya di tahun ini 2020 Kabupaten Banyuasin Sumsel dinyatakan penyumbang ke 4 terbesar se indonesia kami sebagai masyarakat Kab, Banyuasin merasa tidak meyakini atas data yang ada di pemerintahan daerah sampai ke pusat nagara kenapa saya bilang seperti ini menurut hasil rekam jejak di lapangan legal audit.

Kabupaten yang dipimpin Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet dengan program SERASI ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton.

Padahal tahun 2020 di Kab, Banyuasin tida (3) Kecamatan yang biasanya terkenal lumbung pangan andalan menghasilkan produk tanaman padi, jagung dan kacang terbesar, di Kab, Banyuasin Kec, Rantau Bayur, Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penuguan dinyatakan gagal panen totol dengan hama wereng dan kresek, saya rasa hal yang mustahil Kabupaten Banyuasin menjadi kiblat Nasional yang disuarakan orang2 atau dan banyak media massa yang memihak pemerintah tegasnya.

Hal ini dilakukan untuk menambah produksi beras Banyuasin yang saat ini sebagai Produsen beras Terbesar Nomor 4 di Indonesia dengan total produksi 519.684 ton/tahun berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sebagai pilot proyek,  Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui  Dinas Pertanian bekerja sama dengan Sahabat Tani di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur kedepan akan menggarap lahan tidur atau lahan tidak produktif seluas 1055 Hektar untuk dijadikan areal persawahan.

Baca Juga :

Petani Minta Pemkab Banyuasin Perhatikan Nasib Petani Jangan Hanya Pencitraan

Tabur benih padi sebagai percontohan di Kecamatan Rantau Bayur ada 14 desa lagi yang sedang diusulkan untuk mendapatkan program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan petani). Dan sebagai tabur beni perdana di lakukan Wabup H Slamet di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur, Selasa (7/7) hari ini.

Wabup Slamet berharap padi yang telah ditanam bisa besar dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat sesuai dengan tujuan salah program Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera yaitu Petani Bangkit.

“Saat ini Banyuasin Produsen beras terbesar no. 4 di Indonesia dengan adanya Inovasi-Inovasi desa ini kami harap Peringkat Banyuasin bisa naik Nomor 3, Nomor 2, Bahkan No.1”, harapnya.

Sementara itu itu Kepala Dinas Pertanian Zainuddin, SP., M. Si mengatakan Teknik yang dipakai di desa Sejagung ini Adalah TABELA (tabur benih langsung).

“Semoga dengan adanya teknik ini bisa mengatasi permasalahan banjir di Rantau Bayur, karena letak areal persawahan yang bersisian dengan sungai” Jelasnya.

Dijelaskan Zainudin, Kabupaten Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musim tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019,  213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lebak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makarti Jaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha. Empat kecamatan potensial untuk dikembangkan Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan.

"Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020 sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional, "terang mantan camat Air Saleh ini.


Maka Pemkab Banyuasin terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4, penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan intensifikasi lahan produktif, perluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.

Kemudian menyediakan sarana panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertikal Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Dirut CV. Sapa Koja Bundavie, Kepala Dinas PMD Roni Utama, Camat Rantau Bayur, PT. Sandi Pratama Abadi Subeno.

Seorang warga masyarakat Banyuasin Ujang (45) mengatakan, Kami masyarakat Banyuasin tidak butuh pujian dan segudang prestasi dan predikat seperti saat ini., Tapi nyatanya kami masyarakat kabupaten banyuasin sangat tragis dan menyedihkan.

Bahkan pujian dan prestasi itu suatu alasan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat kami di Kabupaten Banyuasin ini.  “Yang kami butuhkan ialah Kesetaraan dalam Kehidupan Secara Ekonomi dan Hukum Jelasnya.  CAMKAN ITU..!!! (Rn)