Bupati Aceh Tengah Menjadi Narsum Dalam Diskusi Publik Tentang Rencana Pembangunan Kawasan Stategis di DATIGA-ALAS -->

Advertisement


 

Bupati Aceh Tengah Menjadi Narsum Dalam Diskusi Publik Tentang Rencana Pembangunan Kawasan Stategis di DATIGA-ALAS

Keizalinnews.com
Saturday, July 04, 2020

KeizalinNews.com | Takengon - Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar menjadi salah satu nara sumber utama dalam diskusi publik secara online mengenai rencana pembangunan kawasan strategis di Dataran Tinggi Gayo Alas (DTGA) yang berbasis perspektif lingkungan, Sabtu (04/07).

Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Forum Diaspora dan Mahasiswa Aceh-Dunia ini, menampilkan Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah untuk mengulas tentang konsep perencanaan baik dari aspek tehnis, partisipatif dan politis dalam pengembangan kawasan DTGA yang berbasis lingkungan. Sayang pada kesempatan itu, Bupati Aceh Tenggara batal hadir sebagaimana yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Turut serta pada acara itu, 5 (lima) panelis yang berasal dari pemerhati lingkungan dan akademisi dengan fasilitator atau pemantik diskusi, Saudara Fahmi Abduh, Ph.D. dari Urban Dynamic Modeling Specialist.
Bupati Shabela yang didaulat sebagai pembicara pertama, mempresentasikan bagaimana konsep percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi berbasis kawasan dan lingkungan diwilayah tengah.




Dia menyampaikan bagaimana arah pembangunan yang dilakukan diwilayah ini mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya namun tetap mengacu pada konsep pemanfaatan kawasan yang berbasiskan pelestarian lingkungan hidup dan perlindungan kawasan.
Topik yang sengaja dipilih Bupati Aceh Tengah itu, tidak terlepas dari gambaran mengenai pembagian kawasan dalam wilayah kabupaten ini.
Dari luas kabupaten sebesar 452.753,40 ha, hanya seluas 105.570,35 ha atau 23,32% saja lahan dalam kawasan APL yang dapat dimanfaatkan sebagai permukiman maupun perkebunan bagi penduduk di daerah ini.
Selebihnya, luas wilayah ini terdiri dari kawasan Taman Buru, Hutan Lindung, Hutan Produksi Tetap dan Hutan Produksi Terbatas, menjadikan pemanfaatan maupun pengembangan lahan di daerah ini dipengaruhi oleh daya dukung kawasan dan lingkungan yang ada.( Indra )