Petani Minta Pemkab Banyuasin Perhatikan Nasib Petani Jangan Hanya Pencitraan - KEIZALINNEWS.COM

Petani Minta Pemkab Banyuasin Perhatikan Nasib Petani Jangan Hanya Pencitraan





KeizalinNews.com | Banyuasin - Indonesia Gawat jelas Wamenhan jika perang persediaan beras hanya cukup 29 hari jelas Trenggono diunggah di akun facebook Serjanah Melitter Kesedian pangan Indonesia hanya mampu bertahan selama 29 hari kedepan sajah.  Jadi masalah pangan merupakan masalah yang seryus menyangkut kedaulatan negara.

Tapi kenapa masalah pertanian yang begitu besar dan panjang waktunya hingga selama ini petani di Kecamatan Rantau Bayur ini tidak pernah diperhatikan secara hukum dan berkeadilan sesuai dengan UU yang berlaku.
foto Kondisi Lahan sawah di Desa Tebing Abang Kec, Rantau Bayur Banyuasin Sumsel yang tidak ada benih untuk ditanam Kamis (25/06/2020)


Yang ada hanya pencitraan, kepentingan pribadi dan kelompok di dalam kendali Kelompok Kapitalisme sekarang ini sudah seharusnya bibit padi untuk ditanam, pupuk, racun hama, dan segalah kesediaan infrastruktur petani sudah ada, berfungsi dengan baik.

Namun kenapa hal-hal tersebut yang menjadi hak petani di Kecamatan Rantau Bayur ini sedikit pun tidak ada...???

(Bahasa daerah)

Makmane nak be ume manmak ini pecak. Padi abes tenggelam beli bibit mahal-mahal dak taunye abes bae.. man rasenye taun ini dak be ume. Baru makini bae la manyak ke utang jelas Aloh (54) warga desa tebing abang.

Harapannya pada pemerintah tolong lah perhatikanlah kami masyarakat petani ni mak mane kami petani di Tebing Abang ini gak perna dapat bantuan atau program penyuluhan dari wang dinas pertanian Banyuasin, yang ade kalu ade bantuan man aku dak pernadapat malah di jual di perdagangke oleh wang yang dinyok oleh pemerinta itu lemak nian dak macam wang itu..tu tanya media. Kamis (25/06/2020).

Tapi wajar bae toboni dak dapat bantuan dan perhatian dari pemerintah, Aloh berandai andai, kurase tujuannya' kami petani ni kalau terus2ran dak ngentam ujung-ujung nak be ume itu sungkan laju umetobo tadi bejual dengan wang perusahaan Kelapa Sawit ini mak itu lah rasan wang itu.

UU Nomor 06 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Banyuasin, Undang‐Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Dengan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan.

Sesuai dengan Amanat Undang-Undang Republik Indonesia Dalam sila kelima Pancasila dan pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, secara jelas dinyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan, UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Dalam UU ini mengatur Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang meliputi perencanaan, Perlindungan Petani, Pemberdayaan Petani, pembiayaan dan pendanaan, pengawasan, dan peran serta masyarakat, yang diselenggarakan berdasarkan asas kedaulatan, kemandirian, kebermanfaatan, kebersamaan, keterpaduan, keterbukaan, efisiensi berkeadilan, dan berkelanjutan.

Implementasi berupa bentuk kebijakan yang dapat diberikan untuk melindungi kepentingan Petani,antara lain pengaturan impor Komoditas Pertanian sesuai dengan musim panen dan/atau kebutuhan konsumsi di dalam negeri; penyediaan sarana produksi Pertanian yang tepat waktu,tepat mutu,dan harga terjangkau bagi Petani,serta subsidi sarana produksi.

Foto istimewa, Bupati Banyuasin H Askolani SH MH bersama Petani Banyuasin, panen raya beberapa waktu lalu (1/4/2020).

Saya rasa sangat diragukan kebenaran Kabupaten Banyuasin Sumsel peringkat 4 produsen beras di tanah air satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk Top Ten daerah penghasil beras terbesar di Indonesia. Dan sekaligus satu-satunya di pulau Sumatera jelas warga desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin jelas Wedi (43) Petani Desa Tebing Abang.

Kabupaten Banyuasin berada di urutan ke 4 se Indonesia, setelah Indramayu, Karawang dan Subang Jawa Barat dari data yang dirilis Kementerian Pertanian RI.

Yang Katanya Kabupaten yang dipimpin Bupati H. Askolani dengan program SERASI ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton. Melalui kroscek secara mandiri hasil ini "SALAH atau BENAR"..??? mungkin ini lah HOAX Pemkab Banyuasin itu ya jelasnya, (Rn).
RESPONSIVE CONTENT ADS 650PX

0 Comments